Kepercayaan Dibalas Penipuan, Petani Padi di Kemiri Jadi Korban Pembeli Gabah yang Menghilang Bak Ditelan Bumi

Avatar photo

Kamis, 6 Maret 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku penipuan gabah petani di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, berinisial IPL bin MN masih bebas berkeliaran, wargapun geram dan akan membawa kasus ini ke pihak berwajib. (Foto: Metrosiar/AT)

Pelaku penipuan gabah petani di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, berinisial IPL bin MN masih bebas berkeliaran, wargapun geram dan akan membawa kasus ini ke pihak berwajib. (Foto: Metrosiar/AT)

 

Metrosiar – Lagi-lagi, kisah klasik penipuan menimpa seorang petani padi di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Kabupateng Tangerang, Banten.

Amsah, seorang ibu buruh tani yang mengandalkan keringatnya untuk menyambung hidup, harus menelan pil pahit setelah tertipu oleh seorang “tengkulak” bernama IPL bin MN.

Awalnya, si IPL ini datang bak pahlawan kesiangan, menawarkan harga tinggi untuk gabah hasil panen Amsah. Diketahui pelaku merupakan warga Kampung Uncle Rawasaban, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Baca juga:  Tarif Masuk Pulo Cangkir Disorot, Polisi Turun Tangan—Retribusi Langsung Dihentikan!

Tawaran menggiurkan itu sukses membuat Amsah luluh, hingga ia menyerahkan seluruh hasil panennya tanpa curiga. Namun, alih-alih mendapat bayaran, Amsah justru dibiarkan gigit jari.

Tiga bulan berlalu, IPL bin MN menghilang entah ke mana, meninggalkan utang Rp5 juta yang tak kunjung dibayarkan.

Korban penipuan gabah, Amsah, warga Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Tangerang, akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Korban penipuan gabah, Amsah, warga Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Tangerang, akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. (Foto: Metrosiar/AT)

Ketua Ormas Pendekar Banten, Kusnadi alias Bokir, pun turut berkomentar, “Kami percaya karena dia berbicara meyakinkan dan mengaku sudah biasa membeli hasil panen dari petani lain.”

Baca juga:  261 Bangunan di Pasar Kemis Disorot, SP2 Dilayangkan: Bongkar Mandiri atau Ditertibkan!

Ya, begitulah nasib orang baik—percaya pada janji manis, lalu dikhianati tanpa belas kasihan.

Kini, Amsah masih berusaha mencari si penipu yang entah kabur ke mana.

Warga setempat pun ikut geram dan berharap pihak berwenang turun tangan sebelum ada korban lain yang mengalami hal serupa.

Bagi para petani lain, ini jadi pelajaran mahal: jangan mudah percaya pada embel-embel “tengkulak baik hati” sebelum uang benar-benar ada di tangan.(*)

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Ray Bena Bergerak Tanpa Henti, 89 Paket Bantuan Darurat Tiba di Alowulan dan Ize
Gempa Flores Mengguncang Ngada: 6.898 Rumah Rusak, 3 Warga Meninggal dan Ribuan Mengungsi
PDIP Ngada Turun ke Desa, Pengobatan Gratis hingga Beasiswa dan Sembako Ringankan Beban Warga
Bank NTT Bergerak untuk Ngada, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan Lewat Posko BPBD
Para Jenderal Dukung Sholawat Besuki, Agus Flores: “Hanya Allah yang Membalas”
Zasady rejestracji na Mostbet: Co musisz wiedzieć?
Zasady rejestracji na Mostbet: Co musisz wiedzieć?
Zasady rejestracji na Mostbet: Co musisz wiedzieć?
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Bupati Ray Bena Bergerak Tanpa Henti, 89 Paket Bantuan Darurat Tiba di Alowulan dan Ize

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Gempa Flores Mengguncang Ngada: 6.898 Rumah Rusak, 3 Warga Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:35 WIB

PDIP Ngada Turun ke Desa, Pengobatan Gratis hingga Beasiswa dan Sembako Ringankan Beban Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Para Jenderal Dukung Sholawat Besuki, Agus Flores: “Hanya Allah yang Membalas”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Zasady rejestracji na Mostbet: Co musisz wiedzieć?

Berita Terbaru