Mahfuz Sidik: Dunia di Ambang PD III, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional

Avatar photo

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfuz Sidik saat memaparkan analisis geopolitik global dan potensi ancaman Perang Dunia III dalam Kajian Pengembangan Wawasan DPP Partai Gelora Indonesia.

Mahfuz Sidik saat memaparkan analisis geopolitik global dan potensi ancaman Perang Dunia III dalam Kajian Pengembangan Wawasan DPP Partai Gelora Indonesia.

Jakarta, Metrosiar – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, mengingatkan bahwa perang nuklir atau Perang Dunia (PD) III tinggal menunggu waktu jika ketegangan global terus berlanjut tanpa upaya deeskalasi yang nyata.

“Perang nuklir saat ini tinggal ada pemantiknya saja. Dunia sedang menunggu satu pemicu lagi. Kita tidak tahu, tapi tentu berharap dunia tetap baik-baik saja,” ujar Mahfuz Sidik di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Apakah Kita Menuju Perang Dunia III yang digelar pada Jumat (30/1/2026) malam.

Infografik perbandingan kekuatan militer NATO, China, dan Rusia ditampilkan dalam kajian geopolitik sebagai gambaran eskalasi persaingan global yang kian mengkhawatirkan.

Menurut Mahfuz, saat ini terdapat tiga titik hotspot yang berpotensi memicu perang nuklir atau PD III. Pertama, konflik Rusia dan Ukraina. Kedua, konflik Amerika Serikat dengan China. Ketiga, konflik Israel dengan Iran.

“Dalam konflik Israel–Iran ini, Israel dibackup penuh oleh pemerintahan Presiden Amerika, Donald Trump. Situasinya sekarang semakin memanas,” katanya.

Mahfuz menambahkan, Amerika Serikat telah mengerahkan armada militer besarnya yang didukung kapal induk USS Abraham Lincoln ke Selat Hormuz untuk menghadapi Iran.

“Trump secara terbuka berkali-kali menyatakan akan menyerang Iran dan armada lautnya sudah dikerahkan ke Selat Hormuz. Jika diserang, maka Iran akan melakukan pembalasan,” ujarnya.

Baca juga:  Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Ilustrasi benturan kepentingan Amerika Serikat, Rusia, dan China yang berpotensi memicu konflik berskala besar, menjadi sorotan dalam diskusi Kajian Pengembangan Wawasan DPP Partai Gelora Indonesia.

Mantan Ketua Komisi I DPR RI periode 2010–2016 itu berharap Trump dapat mengkalkulasi ulang rencana serangan terhadap Iran karena berpotensi memicu perang skala besar.

“Kita ketahui Iran memiliki senjata nuklir. Senjata itu bisa digunakan apabila mereka terdesak. Karena itu, kita berharap Trump menggunakan kalkulasi sebagai pebisnis, bahwa perang dunia tidak akan dimenangkan siapa pun, justru akan merugikan semua pihak,” katanya.

Mahfuz menegaskan, jika perang nuklir terjadi, maka negara-negara pemilik senjata nuklir lain seperti Prancis, Rusia, China, Pakistan, India, dan Korea Utara juga berpotensi terseret dalam konflik global tersebut.

Ia kemudian memaparkan simulasi dampak perang nuklir terhadap umat manusia.

“Perang nuklir mungkin berlangsung cepat, tetapi efeknya adalah kerusakan total dunia. Akan terjadi bencana kelaparan global yang bisa dialami hingga 4 miliar manusia di bumi,” ungkapnya.

Mahfuz mengatakan, meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam perang nuklir atau PD III, dampaknya tetap akan dirasakan melalui perubahan iklim ekstrem dan krisis pangan.

Baca juga:  Bagaimana Cara Memperoleh Info Mudik Gratis Lebaran 2025? Ini Syarat Daftar

“Ancamannya adalah kelaparan secara global. Kita harus memastikan ketahanan nasional kita bisa bertahan. Lalu, ketahanan apa yang paling dibutuhkan?” katanya.

Ia menjelaskan, ketahanan nasional yang perlu diprioritaskan mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya air.

“Pangan tidak boleh impor lagi, harus swasembada. Energi juga harus bisa dipenuhi sendiri dan tidak bergantung pada negara lain, termasuk dengan mengembangkan energi alternatif. Soal air, jangan berpikir akan mudah ketika terjadi perang dunia III, karena banyak sumber air akan tercemar. Indonesia harus memiliki kemampuan water resilience atau ketahanan air,” jelasnya.

Sekjen Partai Gelora itu menilai pemerintah perlu memfokuskan pembangunan pada tiga aspek ketahanan nasional tersebut dalam situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini.

Menurutnya, hal itu akan lebih mudah tercapai jika tata kelola pemerintahan semakin terdesentralisasi, bukan semakin tersentralisasi.

“Sistem yang terlalu tersentralisasi dalam situasi krisis akan menyulitkan negara beradaptasi. Daerah akan sangat bergantung pada pusat karena tidak memiliki inovasi sendiri. Alhamdulillah, Indonesia sudah menerapkan otonomi daerah dan desentralisasi, meski belum maksimal,” pungkas Mahfuz.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore
Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
Kapolda Banten: Nilai Pancasila Harus Dibuktikan dengan Tindakan Nyata
Pigai Buka Fakta Aduan HAM: Polri Paling Banyak Dilaporkan, Pers Diminta Ambil Peran Besar
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:16 WIB

Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Berita Terbaru

Nusantara

Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:58 WIB