Ekonomi Sirkular: Mengubah Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi Melalui Daur Ulang dan Reuse

Avatar photo

Sabtu, 13 Desember 2025 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simak bagaimana UMKM Redivivus mengubah limbah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, mendorong strategi reuse dan recycle sebagai penggerak utama ekonomi hijau. Temukan peran UMKM dalam inklusi sosial dan keberlanjutan. (Foto: Istimewa)

Simak bagaimana UMKM Redivivus mengubah limbah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, mendorong strategi reuse dan recycle sebagai penggerak utama ekonomi hijau. Temukan peran UMKM dalam inklusi sosial dan keberlanjutan. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, Metrosiar – Strategi penguatan ekonomi hijau di berbagai daerah kini semakin didorong oleh pengelolaan limbah yang berfokus pada pemanfaatan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).

Material yang semula hanya dipandang sebagai residu tanpa nilai, kini bertransformasi fungsi menjadi bahan baku untuk produk kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan estetika, tetapi juga menjunjung tinggi keberlanjutan lingkungan.

Dalam kerangka ekonomi sirkular, beberapa jenis limbah dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan, pembersihan, dan rekayasa desain.

Pendekatan ini secara signifikan mengurangi beban pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), memperpanjang siklus hidup material, sekaligus menekan eksploitasi sumber daya alam primer.

UMKM Redivivus: Mengubah Sampah Menjadi Peluang
Pemilik UMKM Redivivus, Ayu Diah Prameswari, mengonfirmasi kepada awak media di Denpasar mengenai praktik ini.

Ia menjelaskan bahwa perusahaannya secara aktif mengolah berbagai sampah yang berserakan, bahkan sisa bahan dari produk yang reject, untuk diolah kembali menjadi produk baru.

Baca juga:  Ubah Emisi Jadi Cuan: Kelas Eksklusif untuk Pelaku Bisnis Hijau Indonesia

“Kita mengolah dari sampah yang berserakan, sisa bahan dari produk yang reject dapat diolah kembali menjadi produk lain,” ujar Ayu Diah pada Kamis (11/12/25).

Peran Kunci UMKM dan Inklusi Sosial
Ayu Diah menekankan bahwa Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran sentral dalam pengembangan kerajinan berbasis limbah.

Melalui inovasi desain dan adaptasi teknologi sederhana, limbah diubah menjadi beragam produk seperti tas, aksesori, perabot rumah, hingga dekorasi interior.
Aktivitas ini menciptakan rantai nilai baru yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara simultan.

Selain itu, model bisnis ini juga menciptakan inklusi sosial yang nyata. Redivivus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang sebelumnya berada di hilir rantai sampah.

Baca juga:  Reindustrialisasi sebagai Spirit Pancasila “Perspektif Insinyur dalam Menjawab Tantangan Ekonomi dan Kemandirian Bangsa"

“Bekerja sama pula dengan pemulung dengan mengumpulkan bahan, kemudian setelah diolah, penjahit rumahan kami libatkan untuk susunan lanjut dari proses pembuatan beberapa produk,” tambahnya.

Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku menawarkan efisiensi biaya produksi, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat yang terlibat.

Daya Tarik Narasi Keberlanjutan
Produk kerajinan berbasis limbah memiliki keunikan berupa narasi keberlanjutan yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar.

Konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga secara langsung berpartisipasi dalam praktik konsumsi yang bertanggung jawab.

Dengan adanya sinergi antara kebijakan yang mendukung, inovasi teknologi sederhana, dan partisipasi aktif masyarakat, pemanfaatan limbah sebagai sumber produk kerajinan berpotensi menjadi salah satu penggerak utama dalam transisi menuju ekonomi hijau yang bersifat inklusif dan berkelanjutan di masa depan.*

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: RRI.co.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Berita ini 38 kali dibaca
Simak bagaimana UMKM Redivivus mengubah limbah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi, mendorong strategi reuse dan recycle sebagai penggerak utama ekonomi hijau. Temukan peran UMKM dalam inklusi sosial dan keberlanjutan.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:49 WIB

Hukum & Kriminal

Dadang Hartanto Naik Bintang Tiga, Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:24 WIB