Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun untuk Serap Gula Petani, Bapanas Tegaskan Larangan Jual di Bawah HAP

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto gula – distribusi gula hasil petani lokal dikelola oleh Danantara melalui ID FOOD. (Unsplash/Faran Raufi)

Ilustrasi foto gula – distribusi gula hasil petani lokal dikelola oleh Danantara melalui ID FOOD. (Unsplash/Faran Raufi)

Metrosiar – Danantara melalui ID FOOD menyiapkan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menyerap gula produksi petani lokal, termasuk dari pihak swasta.

Langkah ini dapat mendorong penyerapan gula sekaligus menjaga kestabilan pasokan dari hulu hingga hilir.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menegaskan solusi jangka pendek untuk petani gula adalah penyerapan oleh pedagang maupun pemerintah.

“Sekarang ada kepastian Danantara akan turun tangan. Pedagang pun sudah diberi sinyal, mereka akan berani membeli setelah Danantara menyerap,” jelasnya usai menghadiri Seminar Ekosistem Gula Nasional di Jakarta, Rabu (27/8/25).

Ketut meminta petani bersabar selama proses penyerapan yang dijalankan ID FOOD.

“Prinsip kehati-hatian dan tata kelola harus dijaga. Kami berharap proses ini segera rampung, sehingga penyerapan bisa langsung dijalankan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bobibos: Inovasi BBM Nabati dari Jerami Karya Anak Bangsa, Siap Uji Publik 2026

Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 40 Tahun 2025 tanggal 13 Maret 2025, stok cadangan gula pemerintah (CGP) minimal dikelola di angka 260 ribu ton, dengan target stok akhir tahun mencapai 26 ribu ton.

CGP bersumber dari produksi gula dalam negeri dan pengelolaannya tahun ini dilakukan oleh ID FOOD, sesuai surat Kepala Bapanas kepada Menteri BUMN tertanggal 14 Agustus 2025.

Untuk gula kristal merah (raw sugar) dari pengadaan luar negeri, tahun ini masih disimpan sebagai CGP dan belum didistribusikan. Pengawasan ketat juga dilakukan terhadap gula rafinasi di pasar umum bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri.

Baca Juga :  Palu Jadi Pionir Startup Sampah, KLH-BPLH Ajak Pemuda Kembangkan Ekonomi Sirkular

“Penegakan hukum terhadap rembesan gula rafinasi juga menjadi prioritas kami. Targetnya adalah memastikan tidak ada gula ilegal yang beredar,” kata Ketut.

Terkait Harga Acuan Pembelian (HAP), petani dilarang menjual gula di bawah Rp14.500 per kilogram. Ketut menegaskan pihak yang melanggar akan ditindak.

“Pemerintah memberikan HAP untuk melindungi petani. Jika Danantara sudah turun tetapi masih ada yang menjual di bawah harga, laporkan kepada kami,” tegasnya.

Produksi gula Indonesia pada periode 2024/2025 diproyeksikan mencapai 2,6 juta ton, menjadikannya produksi tertinggi kedua di ASEAN setelah Thailand (10 juta ton), di atas Filipina (1,8 juta ton) dan Vietnam (1,1 juta ton).*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: Badanpangan.go.id

Berita Terkait

Sekda Bersama Bapanas Monitoring Stok dan Harga Komoditi Pokok di Pasar Kronjo
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Tidak Becus Urus Ekonomi Dalam Negri Ekonomi Global Disalahkan Begini Kata Purbaya
Proyek Senilai Miliaran Dolar: Indonesia Segera Miliki 34 Pembangkit Listrik Berbahan Baku Sampah
Eddy Soeparno: Peta Jalan EBT Nasional Bakal Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja
Resmi Berlanjut, Kerja Sama Sampah Serang-Tangsel Sumbang Rp122 Miliar untuk Drainase dan Depo Sampah
Strategi Indonesia Hadapi Perubahan Iklim: Pentingnya Sustainable Forest Management dalam Agenda FOLU Net Sink
Indonesia Raih Pendanaan USD 350 Juta dari Bank Dunia, Proyek LSDP siap Perkuat Pengelolaan Sampah Nasional di 30 Daerah
Berita ini 18 kali dibaca
Danantara alokasikan Rp1,5 T serap gula petani, Bapanas awasi harga, larang jual di bawah HAP demi stabilkan pasokan gula.

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:54 WIB

Sekda Bersama Bapanas Monitoring Stok dan Harga Komoditi Pokok di Pasar Kronjo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:25 WIB

Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

Tidak Becus Urus Ekonomi Dalam Negri Ekonomi Global Disalahkan Begini Kata Purbaya

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:10 WIB

Proyek Senilai Miliaran Dolar: Indonesia Segera Miliki 34 Pembangkit Listrik Berbahan Baku Sampah

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:27 WIB

Eddy Soeparno: Peta Jalan EBT Nasional Bakal Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB