Terungkap Kasus Penembakan di Pertambangan Alason, Ratatotok: Ini Identitas 8 Anggota Polda Sulut yang Diduga Terlibat

Avatar photo

Selasa, 11 Maret 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sulawesi Utara (Sulut) periksa 8 anggotanya terkait penembakan di pertambangan ilegal Alason yang menewaskan Fernando Tongkotow, warga Desa Basaan. Potret Ilustrasi Brimob Polda Sulut yang terlibat penembakan di Minahasa Tenggara. (Foto: Istimewa)

Polda Sulawesi Utara (Sulut) periksa 8 anggotanya terkait penembakan di pertambangan ilegal Alason yang menewaskan Fernando Tongkotow, warga Desa Basaan. Potret Ilustrasi Brimob Polda Sulut yang terlibat penembakan di Minahasa Tenggara. (Foto: Istimewa)

 

Metrosiar – Fakta terbaru mengungkapkan peristiwa penembakan yang terjadi di lokasi pertambangan Alason, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut).

Penembakan yang menewaskan Fernando Tongkotow, seorang warga Desa Basaan, kini mengundang perhatian publik.

Tak hanya nama korban yang terungkap, tetapi juga identitas 8 anggota Polda Sulut yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Kronologi Kejadian dan Identitas Korban

Kejadian tragis ini terjadi pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 01.30 WITA, ketika Fernando Tongkotow dan rombongan yang terdiri dari puluhan orang menuju lokasi pertambangan Alason.

Informasi yang beredar menyebutkan, Fernando dan rekan-rekannya membawa senjata tajam untuk menjaga diri, dengan tujuan untuk mengambil karbon dari tambang ilegal tersebut.

Sesampainya di lokasi, tiba-tiba sekitar 10 anggota Brimob yang berjaga melepaskan tembakan dari jarak sekitar 50 meter.

Fernando Tongkotow terluka parah di bagian kepala dekat telinga dan meskipun dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Selain Fernando, dua orang lainnya, Christian Suwoth dan Priangan Rengkuan, juga menjadi korban dan tengah menjalani perawatan medis.

Baca juga:  Puan Maharani Desak Pemerintah Tindak Tegas Ormas yang Diduga Ganggu Ketertiban di Lahan BMKG

Proses Hukum Berlangsung, 8 Anggota Polda Sulut Diperiksa

Sebagai akibat dari insiden ini, Polda Sulut telah memulai proses hukum terhadap 8 anggotanya yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi menegaskan Kapolda Sulut Irjen Roycke Langie telah memerintahkan agar polisi yang melanggar prosedur hukum diproses dengan tegas.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar agar proses hukum berjalan lancar dan menghasilkan keadilan.

“Bertindak tidak sesuai dengan prosedur pasti akan kita kenakan hukuman yang seberat-beratnya, kita proses tuntas. Namun mohon juga buat masyarakat supaya bisa bersabar agar proses ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” jelasnya dalam konferensi pers pada Selasa (11/3/2025), dilansir Metrosiar dari Tribun Manado.

Hingga kini, Tim Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Sulut telah melakukan olah TKP dan autopsi untuk mengungkap lebih lanjut peristiwa tersebut.

Pemeriksaan Terhadap Anggota Polda Sulut yang Terlibat

Bid Propam Polda Sulut juga telah memeriksa 8 anggota yang diduga berada di lokasi kejadian. Daftar nama anggota Polda Sulut yang sedang diperiksa adalah:

  1. Aipda HT (Yanma Polda Sulut)
  2. Bripka MN (Ditnarkoba Polda Sulut)
  3. Bripka AL (Satbrimob Polda Sulut)
  4. Bripka MLL (Satbrimob Polda Sulut)
  5. Bripka WKD (Satbrimob Polda Sulut)
  6. Bripka FM (Satbrimob Polda Sulut)
  7. Bripka HL (Satbrimob Polda Sulut)
  8. Bripka HS (Satbrimob Polda Sulut).
Baca juga:  Karawang Tenggelam: Viral Penampakan Rumah Panggung KDM yang Tak Berdaya Dikepung Banjir 3 Meter

Insiden Mengundang Reaksi Warga dan Kerusakan Aset

Kejadian penembakan ini memicu reaksi dari warga sekitar yang merasa tidak terima atas peristiwa tersebut.

Diperkirakan lebih dari 100 orang mendatangi lokasi dan diduga melakukan pengrusakan, termasuk membakar aset yang ada di tempat tersebut.

Aset yang dihancurkan termasuk 1 unit camp, 2 unit sepeda motor, 1 unit mobil double cabin, serta pencurian karbon yang sudah mengandung emas.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi menjelaskan, “Berita tersebut sampai ke masyarakat yang lainnya sehingga sekitar lebih dari 100 orang langsung mendatangi lokasi. Para warga ke sana, diduga untuk melakukan pengrusakan serta pembakaran aset yang ada di lokasi tersebut berupa 1 unit camp, 2 unit sepeda motor, 1 unit mobil double cabin dan menjarah carbon yang sudah mengandung emas.”(*)

Editor : Kun

Sumber Berita: Tribun Manado

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Jumat, 25 September 2026 - 12:07 WIB

545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Suyudi Resmi Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:25 WIB

(ki-ka) Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank; Chartsiri Sophonpanich, President of Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank; Hari Prabowo, Duta Besar Indonesia untuk Tailan; Prapan Disyatat, Duta Besar Tailan untuk Indonesia; Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Dalam Agenda Business Matching Para Pelaku Usaha Tailan dan Indonesia di Jakarta Bersama Bangkok Bank dan Permata Bank (Dokumentasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok).

Bisnis & Investasi

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:23 WIB

Pemerintahan

Lurah Kutabaru Purna Tugas, Pesan Haru Warga

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:34 WIB