Metrosiar – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerapkan kebijakan tarif impor yang bertujuan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan AS dengan negara-negara mitra.
Tetapi, kebijakannya justru menciptakan gangguan di pasar global dan menimbulkan keresahan di dalam negeri sendiri. Banyak warga AS mulai menimbun produk impor, khawatir dengan potensi kenaikan harga yang signifikan.
Tabir Surya Korea Jadi Incaran Konsumen
Salah satu produk yang paling diburu adalah tabir surya asal Korea Selatan. Berdasarkan laporan The Washington Post, produk ini masuk dalam delapan besar barang impor yang mengalami lonjakan permintaan, menurut data dari media sosial dan komunitas online.
Dikutip dari Korea Times, Selasa, 15 April 2025, produk ini populer karena perlindungan UV-nya yang efektif, teksturnya yang ringan, dan kecocokannya dengan kosmetik lainnya.
Peraturan FDA di Amerika yang mengklasifikasikan tabir surya sebagai obat, berbeda dengan Asia dan Eropa yang menganggapnya sebagai kosmetik, menyebabkan pembatasan kandungan bahan aktif. Hal ini menjadikan produk Korea lebih unggul secara kosmetik dan dicari sebagai alternatif.
Seorang pengguna Reddit mengaku memborong stok untuk satu tahun karena tidak ingin kembali menggunakan tabir surya buatan lokal.
Produk Impor Lain Juga Diserbu
Selain tabir surya Korea, tujuh produk lain yang ikut diburu adalah rumput laut kering, ikat rambut wig, makanan kucing, kopi instan, permainan papan, parfum, dan gaun pengantin.
Restoran Jepang di AS mulai menimbun rumput laut, sementara wig sintetis dari China diperkirakan mengalami kenaikan harga yang tajam.
Permintaan makanan kucing juga meningkat karena kenaikan harga bahan dan kemasan. Konsumen dengan kucing alergi yang bergantung pada merek impor mulai membeli dalam jumlah besar.
Supermarket Asia Mulai Tertekan
Supermarket khusus seperti H Mart dan 99 Ranch Market menjadi pusat perhatian.
Banyak pelanggan setia mengeluhkan kemungkinan harga yang makin tak terjangkau.
Seorang pengguna TikTok bahkan menyebut, “Kita semua akan menangis di H Mart,” mengutip memoar musisi Korea-Amerika Michelle Zauner.
Artis Chitchamnueng, pembeli tetap di 99 Ranch Market dekat kampus UCLA, mengatakan tak ada tempat lain yang bisa menggantikan toko ini jika harga makin naik. Ia menilai kebijakan Presiden Trump sebagai bagian dari strategi pasar yang menekan konsumen.
Harga Bahan Pangan dan Barang Impor Diprediksi Naik
Menurut laporan CNN, berbagai produk seperti makanan laut, kopi, buah, cokelat, kacang-kacangan, keju, dan makanan olahan akan terdampak tarif.
Barang dengan kemasan berbahan plastik atau aluminium impor juga berpotensi naik harga. CEO IGA, John Ross, memperkirakan kenaikan akan terlihat secara nyata dalam 90 hari mendatang.
Laboratorium Anggaran Universitas Yale memperkirakan harga makanan akan naik 2,8 persen, termasuk kenaikan empat persen untuk produk segar. Beban ini paling berat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Toko Kecil dan Distributor Kena Dampak Lebih Dulu
Skala bisnis memengaruhi seberapa cepat kenaikan harga terasa.
Toko kecil dengan inventaris terbatas akan menyesuaikan harga lebih cepat dibanding jaringan besar seperti Walmart.
Distributor kecil dengan stok minim lebih cepat menaikkan harga karena tak punya banyak cadangan.
Contohnya, importir asal Italia telah memberi tahu jaringan Morton Williams tentang rencana kenaikan harga minyak zaitun dan cuka sebesar 20 persen.
Di Texas, grosir Affiliated Foods menyebut beberapa pemasok sudah mengumumkan kenaikan harga untuk produk seperti pisang, tuna kalengan, dan peralatan makan plastik.(*)
Editor : Nedu Wodo Mezhe









