Trump Terapkan Tarif Impor Baru, Indonesia Terkena Dampak Serius

Senin, 7 April 2025 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Presiden AS Donald Trump. (Instagram Donald Trump)

Potret Presiden AS Donald Trump. (Instagram Donald Trump)

 

Metrosiar – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (2/4/2025) lalu, mengumumkan kebijakan tarif impor terbaru yang mengejutkan banyak negara.

Dalam pidatonya, Trump menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari liberation day atau hari pembebasan, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan ekonomi AS terhadap barang-barang impor.

Trump menjelaskan langkah ini merupakan bentuk kemerdekaan ekonomi, yang diyakini akan mendorong kembalinya pabrik-pabrik dan lapangan kerja ke dalam negeri.

Ia juga mengatakan tarif impor adalah pajak yang dikenakan atas nilai barang dari luar negeri, contohnya, produk senilai 10 dolar AS akan dikenai tarif 25 persen, atau 2,5 dolar AS tambahan.

Tarif baru ini ditetapkan sebesar 10 persen untuk seluruh negara mitra dagang AS dan mulai berlaku efektif pada Sabtu (5/4/2025).

Baca juga:  Rumah Zakat Cabang Tangerang Salurkan 500 kg beras Zakat Fitrah untuk Masyarakat Kelurahan Bojong Jaya

Menurut Trump, kebijakan ini muncul sebagai tanggapan atas tindakan proteksionis negara lain terhadap ekspor Amerika.

Besarnya tarif ditentukan berdasarkan hambatan dagang yang diterapkan oleh negara-negara tersebut terhadap produk AS.

Trump menyebut tarif ini sebagai ‘tarif pembalasan’, yang bertujuan mendorong relokasi industri manufaktur ke Amerika dan menghukum perusahaan yang memproduksi barang di luar negeri.

Ia bahkan menyarankan agar tarif ini menjadi alternatif sumber pemasukan negara, menggantikan pajak penghasilan.

Tetapi, kebijakan tersebut menimbulkan konsekuensi ekonomi, termasuk bagi Indonesia.

Negeri ini dikenakan tarif masuk sebesar 32 persen, sebagai balasan atas kebijakan bea masuk yang diberlakukan Indonesia terhadap barang AS.

Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu ekspor produk andalan seperti tekstil, alas kaki, furnitur, karet, dan hasil laut ke pasar AS.

Baca juga:  Update PUBG Mobile 3.7 ‘Golden Dynasty’ Telah Hadir: Fitur Baru yang Wajib Dicoba!

Dampak langsung yang diprediksi adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ancaman PHK massal oleh perusahaan-perusahaan yang terpapar nilai tukar, serta penurunan penerimaan pajak nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim kini tengah membahas dampak kebijakan ini terhadap kawasan ASEAN dalam pertemuan di Malaysia, Minggu (6/4/2025).

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah Indonesia akan membuka jalur negosiasi ulang dengan pemerintah AS untuk mencapai solusi terbaik.

ASEAN sendiri menerima tarif berbeda-beda: Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Malaysia 24 persen, Kamboja 49 persen, Thailand 36 persen, dan Vietnam 46 persen.(*)

Sumber Berita: Hukumonline Newsroom

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Donald Trump (Presiden Amerika) mengumumkan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia yang akan segera berlaku efektif.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Berita Terbaru

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap area gudang, dengan kobaran api masih terlihat cukup besar di latar belakang.

Peristiwa & Bencana

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:07 WIB