Profil Dokter AY Hilang dari Website, Persada Hospital Beri Klarifikasi

Sabtu, 19 April 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Galih Endradita, Sp.FM, FISQua, dari Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Persada Hospital pada Jumat (18/4/2025) melakukan konferensi pers. (Foto via Kompas.com)

dr. Galih Endradita, Sp.FM, FISQua, dari Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Persada Hospital pada Jumat (18/4/2025) melakukan konferensi pers. (Foto via Kompas.com)

Dokter AY dinonaktifkan dari Persada Hospital Malang, profilnya dihapus dari situs karena tak lagi praktik, bukan untuk hapus jejak.

Metrosiar – Rumah Sakit Persada Hospital Malang, Jawa Timur, memberikan penjelasan terkait hilangnya profil dokter berinisial AY dari situs resmi mereka.

Dokter AY diketahui tengah menghadapi tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang pasien.

Pihak rumah sakit menegaskan penghapusan nama AY dari laman tersebut bukanlah bentuk penghilangan jejak, melainkan karena status dokter tersebut yang sudah dinonaktifkan dari praktik kedokteran di rumah sakit.

“Karena memang kalau di rumah sakit aturannya itu yang terpampang di website adalah mereka yang melakukan praktik, pastinya itu saja atau di rumah sakit. Jadi kalau seseorang tenaga medis itu tidak berpraktik, misal kewenangannya dicabut maka dia tidak boleh terpampang di websitenya rumah sakit,” jelas dr. Galih Endradita, Sp.FM, FISQua, dari Sub Komite Etika dan Disiplin Profesi Persada Hospital pada Jumat (18/4/2025).

Baca Juga :  Rakernis KLH di Sidoarjo Bahas Strategi Pengelolaan Terpadu DAS Brantas, Emil Dardak Soroti hal Ini

Saat ini, dokter AY tidak diperbolehkan menerima pasien maupun menjalankan aktivitas praktik medis.

Ia juga telah mengikuti sidang etik dan disiplin internal.

Dalam proses tersebut, AY menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap pasien berinisial QAR dilakukan sesuai prosedur medis.

Namun, pihak rumah sakit masih melakukan penelusuran lebih lanjut atas keterangan tersebut.

“Namun, keterangan tersebut masih akan kami pastikan dan kami lakukan pendetailan lagi,” tambah dr. Galih.

Hasil penyelidikan internal menunjukkan pasien QAR memang pernah menjalani perawatan di Persada Hospital pada September 2022.

Namun, tidak ditemukan adanya laporan resmi dari pihak pasien sebelum kasus ini mencuat di media sosial.

Baca Juga :  Janda Penjual Gorengan di Jombang Terjerat Tagihan Listrik Rp 12,7 juta, Muncul Sosok Juru Selamat, Siapakah dia?

“Kami baru tahunya di tahun ini dan itu pun diinformasikan dari media. Karena selama ini, kami tidak menerima laporan komplain atau keluhan apapun dari pasien tersebut,” ujar Galih.

Supervisor Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty Simanungkalit, menyampaikan manajemen akan mengambil tindakan tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.

“Bilamana memang terbukti, maka manajemen Persada Hospital akan mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat dan menyerahkan masalah ini menurut aturan hukum yang berlaku maupun disiplin tenaga kesehatan,” tegas Sylvia.

Saat ini, rumah sakit tengah berupaya menjalin komunikasi langsung dengan korban guna mendalami kasus secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan final.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Kompas.com

Berita Terkait

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai
Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa
Terungkap! Modus Lowongan Kerja Restoran Berujung Perdagangan Orang, Pasutri di Banten Ditangkap
Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman
Kawal Kasus Mafia Tanah Kupang Timur, Hendrikus Djawa LP2TRI Desak Kepastian Hukum di Polda NTT, Soroti Kinerja Pengacara
Vape dan Minuman Energi Ternyata Berisi Narkotika, Sindikat Internasional Dibongkar di Bandara
Reaksi Pemerintah RI Setelah Pemerintah AS Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi
Berita ini 7 kali dibaca
Persada Hospital Malang menegaskan bahwa penghapusan profil dokter AY dari situs resmi dilakukan karena yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari praktik, bukan untuk menghilangkan jejak. Dokter AY sedang menjalani proses investigasi internal atas tuduhan pelecehan seksual terhadap pasien, dan pihak rumah sakit berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:52 WIB

Sungai Cisadane Tercemar, Aktivis Desak KLH dan Polisi Tetapkan Tersangka: PT Biotek dan Pengelola Taman Tekno BSD Diduga Lalai

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WIB

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:56 WIB

Terungkap! Modus Lowongan Kerja Restoran Berujung Perdagangan Orang, Pasutri di Banten Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:32 WIB

Komisi III DPR RI Meminta Polri Dan Kejaksaan Tidak Menghentikan Kasus Penjambretan Di Sleman

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:20 WIB

Kawal Kasus Mafia Tanah Kupang Timur, Hendrikus Djawa LP2TRI Desak Kepastian Hukum di Polda NTT, Soroti Kinerja Pengacara

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB