Harga Batu Bara Turun setelah Lima Hari Menguat, Dampak Niat India Fokus pada Energi Terbarukan

Avatar photo

Jumat, 4 April 2025 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga batu bara turun setelah lima hari menguat, dipengaruhi oleh komitmen India untuk meningkatkan energi terbarukan hingga 500 GW. (Foto Ilustrasi/AP)

Harga batu bara turun setelah lima hari menguat, dipengaruhi oleh komitmen India untuk meningkatkan energi terbarukan hingga 500 GW. (Foto Ilustrasi/AP)

 

Metrosiar – Harga batu bara mengakhiri tren penguatan selama lima hari berturut-turut, tertekan oleh semakin kuatnya komitmen India untuk mempercepat pembangkit energi terbarukan.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara pada 2 April 2025 tercatat 105 dolar AS per ton, turun 2,23% dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran 107,4 dolar AS per ton pada 1 April 2025.

Penurunan harga batu bara ini terjadi setelah lima hari berturut-turut mengalami kenaikan.

Baca juga:  NDC 3.0 Jadi Penentu Pasar Karbon, Indonesia Bidik Peluang di COP30

India Fokus Tingkatkan Pembangkitan Energi Terbarukan, Menyebabkan Penurunan Permintaan Batu Bara

Perdana Menteri India, Narendra Modi, baru-baru ini menegaskan komitmennya untuk lebih dari dua kali lipat kapasitas energi terbarukan negara tersebut.

Dalam pidatonya pada konferensi India Energy Week 2025 di New Delhi, Modi mengungkapkan bahwa tujuannya adalah mencapai kapasitas pembangkit energi terbarukan minimal 500 GW.

Untuk mewujudkan target ini, Modi menyebutkan lima “pilar utama,” yaitu ketersediaan sumber daya, tenaga kerja terampil, kekuatan ekonomi, stabilitas politik, dan posisi geografis yang strategis.

Baca juga:  Panen Profit dari Karbon: Pelatihan Ekonomi Hijau dan Carbon Credit untuk Bisnis Berkelanjutan

Dengan fokus yang semakin kuat pada energi terbarukan, terutama tenaga surya, India telah menunjukkan peningkatan kapasitas pembangkit yang signifikan, menjadikannya negara penghasil tenaga surya terbesar ketiga di dunia.

Hal ini menambah tekanan bagi sektor energi fosil, termasuk batu bara, yang semakin ditinggalkan.(*)

Editor : Ndaya Coya

Sumber Berita: CNBCIndonesia

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Berita Terbaru