Uang Ibu Konglomerat ini Lenyap Rp62 T Gegara Gejolak IHSG

Avatar photo

Rabu, 19 Maret 2025 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para traders mengaitkan penurunan secara keseluruhan dengan beberapa faktor, termasuk kekhawatiran atas kebijakan-kebijakan populis Prabowo Subianto, likuidasi paksa, dan ketidakpastian akan kepemimpinan Kementerian Keuangan. (Ilustrasi)

Para traders mengaitkan penurunan secara keseluruhan dengan beberapa faktor, termasuk kekhawatiran atas kebijakan-kebijakan populis Prabowo Subianto, likuidasi paksa, dan ketidakpastian akan kepemimpinan Kementerian Keuangan. (Ilustrasi)

Metrosiar – Selama tiga pekan berturut-turut, kekayaan salah satu pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Marina Budiman bertambah sekitar US$350 juta setiap hari.

Pada pertengahan Maret, komisaris utama operator pusat data terbesar di Indonesia ini memiliki kekayaan bersih senilai US$7,5 miliar atau sekira Rp123,94 triliun setelah saham perusahaannya berulang kali melonjak hingga melebihi batas harian, menjadikannya perempuan terkaya di Indonesia, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Belum lama ini, saham emiten DCII anjlok. Hanya dalam waktu tiga hari, kekayaan bersih Marina lenyap setengahnya sekitar Rp62 triliun, menambah deretan boom-and-bust saham Indonesia yang terbilang besar.

Secara keseluruhan, Marina dan sesama miliarder, serta pemegang saham pengendali DCII — Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia — mendapati kekayaan gabungan mereka melonjak lebih dari US$17 miliar sebelum akhirnya anjlok.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (18/3/2025), saham-saham tersebut kehilangan lebih dari separuh keuntungan sejak reli dimulai pada pertengahan Februari.

Para traders mengaitkan penurunan secara keseluruhan dengan beberapa faktor, termasuk kekhawatiran atas kebijakan-kebijakan populis Prabowo Subianto, likuidasi paksa, dan ketidakpastian akan kepemimpinan Kementerian Keuangan.
Para traders mengaitkan penurunan secara keseluruhan dengan beberapa faktor, termasuk kekhawatiran atas kebijakan-kebijakan populis Prabowo Subianto, likuidasi paksa, dan ketidakpastian akan kepemimpinan Kementerian Keuangan. Harta Perempuan Terkaya di RI Lenyap Rp62 T Gegara Gejolak IHSG (Foto Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto).

Perubahan harga saham yang liar merupakan hal yang umum terjadi dan semakin menjadi masalah di pasar modal Indonesia.

Baca juga:  PLN Berikan Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen hingga 23 Mei 2025, Begini Cara Mendapatkannya

Puluhan saham perusahaan sudah bergerak sampai 1.000% atau lebih dalam beberapa tahun terakhir, saham-saham mereka tampaknya tidak terikat dengan kondisi keuangan yang mendasarinya.

Saham DCII ditutup dengan nilai pasar mendekati US$17 miliar pada Selasa, dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu sebesar US$112 juta dan laba US$49 juta.

Saham perusahaan ini diperdagangkan pada 416 kali pendapatan, yang tertinggi dibandingkan dengan sekelompok perusahaan sejenis yang dilacak Bloomberg.

Sebagian penyebabnya ialah banyaknya perusahaan yang sahamnya jarang diperdagangkan. Marina, Sugiri, Hanafia, dan pemilik terbesar keempat, taipan miliarder Anthoni Salim, menguasai 78% saham DCII.

Dari 2,4 miliar saham yang beredar, 80.400 saham berpindah tangan pada Rabu (19/3/2025) siang, dibandingkan dengan jutaan saham di perusahaan-perusahaan dengan ukuran yang sama.

Perubahan harga saham DCII “sebagian besar merupakan fungsi dari free float-nya yang ketat,” kata Mohit Mirpuri, manajer investasi di SGMC Capital Pte, Singapura.

Baca juga:  Indonesia Airlines Segera Terbang: Maskapai Baru dengan Layanan Premium dari Calypte Holding

“Spread bid-offer sangat sempit, jadi setiap posisi substansial bisa menggerakkan saham secara signifikan,” kata Mirpuri.

Kinerja saham DCII termasuk yang paling buruk saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas pada Selasa hingga memicu suspensi selama 30 menit.

Para traders mengaitkan penurunan secara keseluruhan dengan beberapa faktor, termasuk kekhawatiran atas kebijakan-kebijakan populis Prabowo Subianto, likuidasi paksa, dan ketidakpastian akan kepemimpinan Kementerian Keuangan.

“Aksi jual ini bagaikan sambaran petir dalam banyak hal — kejadian yang tiba-tiba saja mengejutkan pasar,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, analis di Aletheia Capital, Singapura.

Sebelum berbalik arah dalam beberapa hari terakhir, DCII mungkin memperoleh untung dari para investor yang berspekulasi bahwa permintaan pusat data akan terus tumbuh dan mendorong investasi asing.

Misalnya saja, Bloomberg News melaporkan pada Jumat (14/3/2025), Oracle Corp sedang berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia tentang rencana membangun pusat layanan cloud di negara Asia Tenggara ini.(*)

Editor : Team Metrosiar

Sumber Berita: Bloomberg Technoz

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Pakons Prime Hotel Tangerang Gelar Wedding Showcase, Paket Pernikahan Mulai Rp32 Juta!
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW

Senin, 28 September 2026 - 08:29 WIB

AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:49 WIB

Hukum & Kriminal

Dadang Hartanto Naik Bintang Tiga, Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:24 WIB