Indonesia Airlines Segera Terbang: Maskapai Baru dengan Layanan Premium dari Calypte Holding

Minggu, 9 Maret 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Airlines maskapai penerbangan terbaru hadir meramaikan persaingan di bisnis penerbangan dalam Negeri. Potret Indonesia Airlines. (Ilustrasi)

Indonesia Airlines maskapai penerbangan terbaru hadir meramaikan persaingan di bisnis penerbangan dalam Negeri. Potret Indonesia Airlines. (Ilustrasi)

 

Metrosiar – Indonesia Airlines, maskapai penerbangan terbaru yang berpusat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dipastikan akan segera terbang.

Maskapai ini dimiliki oleh Calypte Holding Pte. Ltd., perusahaan yang berbasis di Singapura dengan fokus pada sektor energi terbarukan, pertanian, dan penerbangan.

Peresmian Indonesia Airlines Group dilakukan pada 7 Maret 2025 melalui pencatatan resmi di hadapan notaris.

Iskandar Sosok Di Balik Berdirinya Indonesia Airlines

Pendiri Indonesia Airlines adalah Iskandar, yang dikenal sebagai “The Founder”, yang diketahui saat ini, Iskandar juga menjabat sebagai CEO dan Ketua Eksekutif Calypte Holding.

Meski berbisnis di Singapura, Iskandar merupakan putra asli Indonesia, lahir di Bireuen, Aceh, pada 7 April 1983, dan menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.

Baca Juga :  Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!

Karier Iskandar dimulai di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pascatsunami, lalu bergabung dengan PLN pada 2006 hingga 2009.

Iskandar kemudian beralih ke dunia perbankan dan asuransi, di mana pengalaman ini membuka peluang baginya untuk terjun ke sektor energi.

Pada 2015, ia meninggalkan dunia perbankan dan memulai proyek kelistrikan di Indonesia dengan investor internasional.

Meskipun bisnis kelistrikan yang didirikannya tidak berjalan sesuai rencana, Iskandar tidak menyerah. Ketika pandemi Covid-19 melanda, ia kembali memulai usaha baru bersama rekan dari Singapura yang akhirnya melahirkan Calypte Holding.

Ekspansi Calypte Holding ke Industri Penerbangan

Baca Juga :  RUPST Bank BJB 2024: Dedi Mulyadi Pilih Mardigu Wowiek dan Helmy Yahya untuk Jajaran Komisaris

Setelah sukses dengan proyek di sektor energi dan pertanian, Calypte Holding mengembangkan bisnisnya ke sektor penerbangan dengan meluncurkan Royal Jeumpa Airlines, yang telah beroperasi pada Februari 2025.

Kini, Iskandar meluncurkan Indonesia Airlines yang akan fokus pada penerbangan internasional dengan armada awal sebanyak 20 pesawat.

Dalam pernyataan resmi, Iskandar mengungkapkan Indonesia Airlines akan beroperasi sebagai maskapai komersial berjadwal dengan layanan premium.

Maskapai ini bertujuan untuk memberikan pengalaman terbang yang eksklusif, menggabungkan kemewahan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Berita Terkait

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Ubah Beban Jadi Aset Melalui Strategi Monetisasi Emisi Karbon di Seminar Nasional ATKARBONIST
Gandeng Atkarbonist, Sucofindo Dorong Monetisasi Karbon di Seminar Nasional Perbanas
Danantara Targetkan Groundbreaking Proyek WtE pada Kuartal II-2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:07 WIB

Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:25 WIB

Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:16 WIB

Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!

Senin, 16 Februari 2026 - 14:00 WIB

Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon

Berita Terbaru