Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Avatar photo

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Gempa boleh berhenti mengguncang tanah Flores. Namun, bagi warga Kampung Bokua, Kelurahan Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), jejak bencana itu masih terasa.

Rumah-rumah warga masih menyisakan kerusakan. Aktivitas belum sepenuhnya kembali normal. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan paling sederhana justru menjadi sangat berarti: makanan untuk keluarga dan tempat yang aman untuk beraktivitas.

Pada Jumat (25/9/2026), kepedulian itu hadir di tengah warga Bokua.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menyerahkan bantuan berupa beras dan telur kepada masyarakat terdampak gempa Flores.

Bagi sebagian orang, beras dan telur mungkin hanyalah kebutuhan sehari-hari. Namun bagi keluarga yang sedang berjuang bangkit setelah bencana, bantuan pangan memiliki arti jauh lebih besar.

Ia berarti memastikan dapur tetap mengepul.

Ia berarti memastikan anak-anak tetap bisa makan.

Dan yang tak kalah penting, ia menjadi tanda bahwa warga terdampak tidak berjalan sendirian menghadapi masa sulit.

Yunus mengatakan, kehadiran jajaran PDI Perjuangan di tengah masyarakat bukan semata-mata soal menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, kader dan struktur partai harus hadir untuk melihat langsung kondisi serta kebutuhan warga.

“Terus berjuang bersama untuk penanganan darurat. Fokus utama kita adalah urusan hidup masyarakat terdampak. Tidak boleh ada yang kelaparan karena tidak ada makan dan minum atau air bersih,” kata Yunus.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak selesai hanya dengan satu kali distribusi bantuan.

Ketika perhatian publik mulai beralih, kebutuhan warga justru masih terus berjalan.

Baca juga:  Majelis Dzikir Hadadan Gelar Penutupan Pesantren Ramadan dan Santunan Yatim

Ada keluarga yang membutuhkan makanan. Ada warga yang membutuhkan air bersih. Ada rumah yang harus diperbaiki. Dan ada anak-anak yang harus tetap belajar meski suasana pascabencana belum sepenuhnya pulih.

Dari Pangan hingga Ruang Belajar

Kepedulian itu tidak berhenti di Kampung Bokua.

Melalui jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada dan PAC Kecamatan Bajawa, perhatian juga diarahkan kepada sektor pendidikan.

Sebanyak dua lembar terpal disalurkan kepada masing-masing tiga sekolah, yakni SDI Waturutu, SDN Radha dan SMP Regina Pacis Bajawa.

Bantuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga aktivitas pendidikan tetap berjalan di tengah masa pemulihan.

Sebab gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah warga. Fasilitas pendidikan pun membutuhkan perhatian agar anak-anak tidak kehilangan ruang untuk belajar.

Dari kampung hingga sekolah, kebutuhan pascagempa ternyata memiliki banyak wajah.

Ada kebutuhan untuk makan.

Ada kebutuhan untuk berlindung.

Dan ada kebutuhan untuk memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar.

Gerakan Kemanusiaan yang Lebih Panjang

Bantuan yang tiba di Bokua juga menjadi bagian dari rangkaian gerakan kemanusiaan PDI Perjuangan untuk masyarakat terdampak gempa Flores.

Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan mengerahkan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati menuju NTT pada 20 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut pengerahan kapal tersebut sebagai tindak lanjut arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk memperkuat tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah lebih dahulu berada di Flores.

RSA Laksamana Malahayati membawa tenaga kesehatan, obat-obatan dan perlengkapan pendukung pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, termasuk kelompok rentan.

Baca juga:  Muhammadiyah Dukung Rencana Presiden Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

Artinya, bantuan di Kampung Bokua bukanlah aksi yang berdiri sendiri.

Ia merupakan bagian dari upaya yang lebih panjang untuk menemani masyarakat Flores melewati masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Sebab dalam setiap bencana, bantuan yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya datang pada hari pertama.

Kebutuhan itu terus tumbuh seiring panjangnya masa pemulihan.

Ketika Gempa Berhenti, Perjuangan Belum Selesai

Gempa mungkin telah berhenti mengguncang tanah.

Tetapi perjuangan warga untuk kembali menjalani kehidupan normal belum selesai.

Rumah harus diperbaiki.

Penghasilan harus dipulihkan.

Anak-anak harus kembali belajar.

Dapur keluarga harus terus mengepul.

Dan masyarakat harus perlahan membangun kembali rasa aman setelah mengalami bencana.

Karena itu, kehadiran di tengah warga menjadi sama pentingnya dengan bantuan yang diserahkan.

Bagi warga Bokua, beras dan telur mungkin terlihat sederhana. Terpal yang diberikan kepada sekolah mungkin hanya beberapa lembar.

Namun di tengah situasi pascabencana, bantuan sederhana yang datang pada waktunya dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Ia bukan sekadar barang.

Ia adalah tanda kepedulian.

Tanda bahwa di tengah luka akibat gempa, masih ada tangan-tangan yang datang membantu.

Dan bagi warga yang sedang berusaha bangkit, terkadang yang dibutuhkan bukan hanya bantuan untuk bertahan hidup, tetapi juga keyakinan bahwa mereka tidak sendirian.

Di Kampung Bokua, pesan itu hadir sederhana: ketika gempa meninggalkan luka, kepedulian harus menjadi kekuatan untuk bangkit.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 17:16 WIB

7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW

Berita Terbaru

Religi

Umroh Sambil Dukung Timnas, Ini Kesempatan Langka!

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:34 WIB