Bajawa.Metrosiar- Persediaan logistik untuk penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Ngada dinilai masih sangat memadai. BNPB bahkan meminta seluruh bantuan yang masih tersimpan segera dihitung dan disalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dra. Andi Eviana, M.Si, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngada, Rabu (23/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi secara langsung rantai distribusi bantuan bencana, mulai dari penerimaan, pencatatan, penyimpanan hingga pendistribusian kepada masyarakat terdampak.
Andi Eviana mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan bantuan logistik yang dikirim melalui Pos Logistik Nasional BNPB benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
“Ini dalam rangka mengevaluasi distribusi logistik permakanan dan nonpermakanan yang dikirim dari Pos Logistik Nasional yang dibuka di Halim Perdanakusuma Jakarta,” jelasnya kepada media.
Logistik dari Pos Logistik Nasional tersebut selanjutnya disalurkan untuk mendukung dua Pos Logistik, yakni di Maumere dan Labuan Bajo.
Sebelum tiba di Ngada, Andi Eviana terlebih dahulu melakukan evaluasi di Pos Logistik Maumere yang membawahi tiga kabupaten, yakni Sikka, Ende dan Nagekeo.
Evaluasi mencakup proses penerimaan, pencatatan hingga pendistribusian bantuan yang berasal dari berbagai pihak, mulai dari kementerian/lembaga, dunia usaha, BUMN, mitra BNPB hingga masyarakat.
“Kami sudah mengevaluasi dan semua bantuan dari seluruh pemangku kepentingan sudah terdistribusi melalui kabupaten masing-masing,” katanya.
Cek Langsung ke Pengungsi di Riung
Setelah tiba di Ngada, evaluasi tidak berhenti di tingkat gudang. Andi Eviana bersama rombongan turun langsung ke Kecamatan Riung untuk melihat kondisi distribusi bantuan hingga ke penerima terakhir.
Riung menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena terdapat masyarakat yang masih terdampak dan mengungsi akibat gempa.

Di lokasi tersebut, rombongan BNPB berdiskusi langsung dengan masyarakat untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar diterima.
“Hasilnya, masyarakat mengaku sudah menerima bantuan permakanan dan nonpermakanan,” ujarnya.
Bantuan permakanan meliputi sembako dan berbagai kebutuhan pangan. Sementara bantuan nonpermakanan antara lain berupa tenda dan kebutuhan penunjang lainnya.
Menurut Andi Eviana, pengecekan langsung ke masyarakat penting untuk memastikan rantai distribusi tidak berhenti di gudang maupun tingkat pemerintah daerah.
Stok Logistik Disebut Sangat Memadai
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kondisi persediaan logistik di Kabupaten Ngada masih sangat memadai.
Andi Eviana mengaku telah mengecek langsung gudang logistik yang tersedia di daerah tersebut.
“Kami baru saja mengecek gudang dan ketersediaan logistik sangat luar biasa memadai,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera melakukan penghitungan kembali terhadap seluruh stok yang tersedia untuk kemudian disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami agar ketersediaan logistik ini segera dihitung dan kemudian segera didistribusikan lagi,” katanya.
Ia menegaskan, apabila dalam proses pendistribusian ditemukan kekurangan, kebutuhan tersebut masih dapat ditopang melalui anggaran bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar.
Dukungan tersebut, kata dia, juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tenda bagi fasilitas publik yang terdampak, termasuk sekolah, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan.
“Kebutuhan tenda pengungsi untuk sekolah, rumah ibadah dan fasilitas kesehatan juga akan dipenuhi melalui bantuan Bapak Presiden dengan anggaran Rp20 miliar tersebut,” jelasnya.
Masuk Masa Transisi, Data Penerima Dikebut
Selain logistik, BNPB juga menyoroti pendataan masyarakat terdampak gempa. Pendataan menjadi bagian penting karena akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan pada tahapan pemulihan.
Andi Eviana mengatakan Kabupaten Ngada kini telah memasuki masa transisi sehingga proses pendataan warga terdampak harus segera dituntaskan.

Data tersebut selanjutnya akan melalui proses verifikasi dan validasi, termasuk pencocokan dengan data kependudukan dari Dukcapil sebelum ditetapkan dalam dokumen BNBA (By Name By Address).
“Kita berharap mudah-mudahan cepat selesai diverifikasi oleh Inspektorat Kabupaten, sehingga BNBA-nya bisa langsung ditandatangani oleh Bupati, Kajari dan juga Kapolres,” ujarnya.
BNPB, lanjutnya, mengapresiasi kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, camat, kepala desa, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana di Ngada.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Mayjen TNI Agus Setiawan, selaku PIC Kabupaten Ngada sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB, yang disebut terus mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana.
“Beliau berjibaku bersama Pemerintah Daerah, camat dan kepala desa di sini terkait dengan penanggulangan bencana,” katanya.
Andi Eviana berharap sinergi seluruh pihak tetap dipertahankan hingga seluruh tahapan penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak dapat diselesaikan.
“Terima kasih kepada seluruh tim, pemerintah daerah, Bapak Mayjen Agus Setiawan dan tim BNPB, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, seluruh pemangku kepentingan, masyarakat dan Forkopimda yang luar biasa memberikan dukungan,” pungkasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengutip prinsip pelayanan yang menurutnya menggambarkan semangat penanganan bencana di Ngada.
“Sehingga prinsip Pegadaian, ‘Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’, benar-benar bisa tercapai,” tutup Andi Eviana.*









