Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Avatar photo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Tangerang Selatan – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menjadi sorotan. ketua prabu peduli lingkungan simpul tangsel, Ir. Sigit Priyambodo, menilai persoalan sampah tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah.

Menurut Sigit, anggaran memang penting untuk mendukung pengelolaan sampah. Namun, persoalan tidak akan selesai apabila tidak dibarengi dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, adil, dan berjalan dari hulu hingga hilir.

“Masalah sampah bukan soal anggaran. Anggaran bisa dicari, bisa dialokasikan, bahkan bisa ditambah. Tapi tanpa sistem yang berkeadilan, sampah hanya akan terus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain,” tegas Sigit.

TPA Cipeucang Jangan Jadi Tempat Menumpuk Masalah

Sigit juga mempertanyakan arah pengelolaan TPA Cipeucang yang selama ini menjadi salah satu tempat penanganan sampah di Tangsel.

Ia menilai pemerintah perlu memiliki jawaban yang jelas mengenai masa depan pengelolaan sampah di kota tersebut.

“TPA Cipeucang mau dibawa ke mana? Mau sampai kapan hanya menjadi tempat menumpuk masalah?” ujarnya.

Baca juga:  150 Orang Jaga Tangsel, Tengah Malam 20 Driver Ojol Dari Gograber Dpw Tangsel Turun Patroli

Menurut dia, ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir tidak dapat menjadi satu-satunya solusi. Pemerintah perlu mengubah pola pengelolaan sampah dengan memperkuat penanganan sejak dari sumbernya.

ketua prabu peduli lingkungan simpul tangsel, Ir. Sigit Priyambodo
ketua prabu peduli lingkungan simpul tangsel, Ir. Sigit Priyambodo

Lima Langkah yang Dinilai Mendesak

Sigit mendorong Tangsel membangun sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Setidaknya ada lima langkah yang dinilai perlu diperkuat.

Pertama, pilah sampah dari sumber. Masyarakat perlu didorong untuk memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah, perkantoran, pusat usaha, hingga fasilitas publik.

Kedua, memperkuat TPS3R dan bank sampah. Fasilitas pengurangan dan pengolahan sampah di tingkat lingkungan dinilai penting agar sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Ketiga, membenahi sistem pengangkutan dan logistik. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan menyediakan armada. Sistem pengangkutan harus terencana, efisien, dan terintegrasi dengan proses pemilahan serta pengolahan.

Keempat, membangun pengolahan sampah terpadu. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi harus didorong untuk masuk ke rantai daur ulang, sementara sampah organik dapat diolah melalui metode yang sesuai.

Baca juga:  THR PNS 2025: Kepastian yang Tak Goyah Diterpa Isu, Berapa Besarannya?

Kelima, melibatkan masyarakat secara adil. Menurut Sigit, masyarakat bukan hanya pihak yang menghasilkan sampah, tetapi juga bagian penting dari solusi.

“Warga Butuh Sistem, Bukan Slogan”

Sigit menilai persoalan sampah membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan dan membangun sistem secara konsisten. “Sistem bisa terbangun dari tangan kepemimpinan, bukan pencitraan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya memindahkan sampah dari satu lokasi ke lokasi lainnya tanpa menyelesaikan persoalan dari sumbernya.

“Jangan hanya pindahkan masalah, tapi selesaikan dari akarnya. Pimpin dengan solusi, bukan janji,” tegasnya.

Menurut Sigit, masyarakat membutuhkan kebijakan yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sistem pemilahan, pengangkutan, pengolahan hingga pengurangan sampah yang masuk ke TPA.

“Warga butuh sistem, bukan slogan. Tangsel harus segera punya arah yang jelas!” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap
Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan
Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur
Vape Ini Bukan Vape Biasa, Pakar UMY Ungkap Risiko Napas Berhenti
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Berita Terbaru

Nusantara

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:28 WIB

Nusantara

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:13 WIB