Gubernur Melki Turun ke Riung, Tegaskan Korban Gempa Flores Tak Boleh Kekurangan Makan hingga Tempat Aman

Avatar photo

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Melki Turun ke Riung, Tegaskan Korban Gempa Flores Tak Boleh Kekurangan Makan hingga Tempat Aman. (Foto: Humas Prokopim Ngada)

Gubernur Melki Turun ke Riung, Tegaskan Korban Gempa Flores Tak Boleh Kekurangan Makan hingga Tempat Aman. (Foto: Humas Prokopim Ngada)

Bajawa.Metrosiar- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, turun langsung ke Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, untuk memastikan warga yang terdampak gempa bumi Flores tidak dibiarkan menghadapi masa darurat sendirian.

Dalam kunjungan perdananya ke wilayah Kabupaten Ngada pascagempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026, Gubernur Melki didampingi Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, meninjau langsung tiga titik terdampak, yakni Tadho, Posko Pengungsian Bekek dan Lengkosambi.

Kehadiran Gubernur di lokasi bencana tersebut menjadi penegasan bahwa penanganan korban gempa Flores terus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Ngada terus berkolaborasi untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Melki menegaskan, kebutuhan paling mendasar seperti makanan, air minum, tempat tinggal sementara, tenda, selimut hingga pelayanan kesehatan harus terus tersedia bagi warga terdampak.

“Kita ini pada tahap darurat ini pokoknya harus dipastikan makan cukup, minum cukup, tidur aman. Nanti tenda dan selimut dan untuk pengobatan terus kita upayakan makin baik,” tegas Gubernur Melki.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru kembali menempati rumah masing-masing.

Baca juga:  Terciduk Kepala Daerah yang Mengikuti Retret dengan Kejadian-kejadian Kocaknya

Gempa susulan masih terjadi, sementara sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Selain penanganan kebutuhan darurat, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Besaran bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah.

Untuk rumah kategori rusak berat, pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp70 juta. Sementara rumah rusak sedang mendapat bantuan Rp30 juta, sedangkan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit serta memperbaiki dan membangun kembali rumah mereka setelah masa tanggap darurat.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap masyarakat terdampak gempa, khususnya warga di Kecamatan Riung.

Menurut Wakil Bupati yang akrab disapa Berny itu, pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga seluruh elemen masyarakat.

Berny sendiri diketahui telah beberapa hari berada bahkan menginap di wilayah Kecamatan Riung untuk memantau langsung kondisi warga serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera ditangani.

Baca juga:  Jengkol,salah satu kacang-kacangan di Indonesia ternyata mempunyai beberapa manfaat

Ia pun meminta seluruh kepala desa dan perangkat desa bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat selama masa tanggap darurat.

Menurutnya, bantuan yang sudah tersedia tidak boleh tertahan terlalu lama, sementara warga masih membutuhkan.

“Data sudah cukup banyak tapi mesti lebih baik lagi. Perbaiki terus. Di sini, desa/kelurahan rata-rata sudah tersentuh. Namanya paket emergency itu dipakai, jangan simpan,” tegas Berny.

Selain mempercepat distribusi bantuan, Wakil Bupati juga terus mendorong pemutakhiran data korban dan kerusakan akibat gempa.

Data yang akurat dinilai menjadi kunci agar seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Kunjungan Gubernur Melki ke Kecamatan Riung menjadi kunjungan perdana ke wilayah Kabupaten Ngada sejak gempa bumi Flores mengguncang pada 15 Agustus lalu.

Usai meninjau sejumlah titik terdampak di Riung, Gubernur Melki melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang juga terdampak bencana.

Di tengah situasi darurat, pesan pemerintah pun tegas: kebutuhan warga harus terpenuhi, keselamatan harus diutamakan, dan bantuan tidak boleh berhenti di gudang.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Jumat, 9 Okt 2026 - 01:34 WIB

Peristiwa & Bencana

Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!

Kamis, 8 Okt 2026 - 23:19 WIB