Potret Buram Kesejahteraan Guru di Tengah Program Makan Bergizi

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pahitnya Menjadi Pendidik, Bangga Pakai Seragam, Namun Perut Sulit Kenyang, Hanya digaji 400 ribu. (Foto: TikTok/duniapunyacerita_)

Pahitnya Menjadi Pendidik, Bangga Pakai Seragam, Namun Perut Sulit Kenyang, Hanya digaji 400 ribu. (Foto: TikTok/duniapunyacerita_)

Jakarta, Metrosiar – Dunia pendidikan kita kembali berduka, bukan karena kehilangan sosok pahlawan, melainkan karena luka lama yang kembali tersayat oleh realita.

Sejak Senin malam (19/1/26), media sosial riuh oleh isak tangis yang tertahan, suara para guru honorer yang merasa martabatnya seolah dikesampingkan oleh angka-angka di atas kertas gaji.

Viralnya video protes mengenai kesenjangan upah antara guru honorer dengan sopir operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi cermin retak bagi janji-janji kesejahteraan yang selama ini didengungkan.

Sebuah Perbandingan yang Mengiris Hati

Dalam sebuah unggahan di akun TikTok @duniapunyacerita_, seorang wanita berbaju ungu dengan suara bergetar menyuarakan jeritan hati ribuan pendidik di pelosok negeri.

Ia tak kuasa menahan getir saat mengetahui bahwa mereka yang memegang kemudi mobil pengangkut makanan mendapatkan apresiasi materi yang jauh lebih layak ketimbang mereka yang memegang pena untuk membentuk masa depan bangsa.

“Izin saya luapkan saja, ternyata gaji driver MBG itu jauh lebih layak daripada teman-teman yang mencerdaskan anak bangsa. Miris hati saya,” ucapnya dalam video yang telah ditonton ratusan ribu kali tersebut.

Baca juga:  Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun untuk Serap Gula Petani, Bapanas Tegaskan Larangan Jual di Bawah HAP

Ada kegetiran yang mendalam di sana. Bukan karena mereka iri pada rezeki orang lain, melainkan karena mereka bertanya-tanya: Seberapa murah harga sebuah ilmu di negeri ini?

Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Realita di lapangan memang memilukan. Meski pemerintah telah menganggarkan insentif sebesar Rp400.000 per bulan pada tahun 2026 ini, angka tersebut bak setetes air di padang pasir bagi mereka yang sudah berkeluarga.

Sementara itu, kabar yang beredar menyebutkan bahwa sopir MBG bisa membawa pulang Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Bagi guru honorer yang memiliki pasangan mapan, mungkin mereka bisa sedikit bernapas lega. Namun, wanita dalam video tersebut mengingatkan kita pada nasib mereka yang menjadikan gaji honorer sebagai satu-satunya tumpuan hidup.

Baca juga:  Tudingan Cak Imin Dinilai Keliru, Cak OFi: “Indomaret dan Alfamart Bukan Pembunuh UMKM!

“Bagaimana kabar saudara-saudara saya yang hanya berpatok dari situ?” tanyanya retoris, sebuah pertanyaan yang seharusnya menghujam jantung kebijakan publik kita.

Bangga yang Terluka

Meski dihimpit beban ekonomi dan cibiran dari luar, ada satu hal yang tak luntur: Rasa bangga.

Dengan mata berkaca-kaca, sang guru menegaskan bahwa mereka tetap bangga mengenakan seragam pendidik.

Mereka tetap berdiri di depan kelas, memberikan senyum terbaik bagi murid-muridnya, meski di saku mereka hanya ada sisa uang yang tak cukup untuk makan satu minggu.

Hingga saat ini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) masih membisu terkait isu ini. Namun, diamnya otoritas tidak akan menghapus air mata yang telah jatuh.

Ini bukan sekadar protes soal angka, ini adalah soal kemanusiaan. Jika pengemudi dihargai tinggi karena mengantar makanan fisik, bukankah mereka yang memberi makan “jiwa dan akal” anak-anak kita juga berhak atas kehidupan yang manusiawi?*

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu Kasih Tigaraksa Bikin Heboh, Kehadiran Polisi Jadi Sorotan
Kartini Belum Usai! Srikandi Banten Siapkan Perayaan Spektakuler Penuh Kejutan
TNI Perketat Keamanan di Wilayah PT Freeport Indonesia Usai Gangguan KKB
Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?
Sampah Jadi Uang! Warga RW 12 Kutabumi Siap Jalankan Program Bank Sampah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Di balik seragam kebanggaannya, tersimpan luka mendalam seorang guru honorer. Di awal 2026 ini, mereka harus menelan kenyataan pahit bahwa upah mencerdaskan bangsa jauh lebih rendah dibanding gaji sopir pengantar makanan. Sebuah potret miris tentang harga sebuah pengabdian.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:09 WIB

Minggu Kasih Tigaraksa Bikin Heboh, Kehadiran Polisi Jadi Sorotan

Minggu, 26 April 2026 - 18:56 WIB

Kartini Belum Usai! Srikandi Banten Siapkan Perayaan Spektakuler Penuh Kejutan

Minggu, 26 April 2026 - 11:40 WIB

Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?

Sabtu, 25 April 2026 - 19:54 WIB

Sampah Jadi Uang! Warga RW 12 Kutabumi Siap Jalankan Program Bank Sampah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap area gudang, dengan kobaran api masih terlihat cukup besar di latar belakang.

Peristiwa & Bencana

Gudang Packaging di Sepatan Tangerang Dilalap Api, 8 Unit Damkar Dikerahkan!

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:07 WIB