BRI Gelar Pelatihan Pupuk Kompos di Bali, Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Rabu, 17 September 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRI Peduli gelar pelatihan pupuk kompos di Bali, dorong pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. (Dok. BRI)

BRI Peduli gelar pelatihan pupuk kompos di Bali, dorong pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. (Dok. BRI)

Metrosiar – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah di Tanah Air melalui berbagai program nyata.

Melalui payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perusahaan kembali menggelar kegiatan bertajuk “Yok Kita Gas” di Badung, Bali.

Kegiatan yang berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pudak Mesari pada Sabtu (30/8/25) ini mengusung tema Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos.

TPS3R sendiri merupakan fasilitas pengolahan sampah skala kawasan dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari komunitas Petani Muda Keren dengan peserta seluruh pengurus dan anggota TPS3R Pudak Mesari yang berperan penting dalam tata kelola sampah.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menuturkan pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengurus inti, operator, dan penyuluh TPS3R dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos bernilai tambah.

“Dengan fokus pada diversifikasi produk, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pupuk, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi melalui peningkatan nilai jual produk kompos,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/9/25).

Baca juga:  Daftar Lengkap Pejabat Baru Polresta Tangerang, Sejumlah Kapolsek hingga Kasat Berganti

Lebih jauh, Dhanny menyebut kegiatan ini juga mendorong perubahan pola pikir dalam pengelolaan sampah sekaligus mempererat kolaborasi lintas pihak.

“Pelatihan ini bermanfaat untuk menjawab tantangan kelembagaan TPS3R, yaitu bagaimana mengubah paradigma dari sekadar unit pengelolaan sampah menjadi sentra inovasi berbasis ekonomi sirkular,” ujarnya.

Ia menambahkan, TPS3R Pudak Mesari memiliki potensi besar mengembangkan produk turunan, mulai dari pupuk organik cair, pupuk granul, hingga media tanam siap pakai.

Produk-produk tersebut dapat menyasar pasar luas, baik sektor pertanian, perkebunan, maupun urban farming.

“Ini adalah bentuk upaya nyata BRI dalam mengatasi persoalan sampah dan menjadi kolaborasi nyata BRI dengan berbagai pihak terkait, agar pengelolaan sampah dan diversifikasi produk pupuk kompos bisa membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian desa,” tegas Dhanny.

Selain menerima materi, peserta juga langsung meninjau proses produksi pupuk kompos menggunakan mesin-mesin modern untuk mempercepat dan mempermudah pembuatan kompos yang lebih efisien.

Baca juga:  Pelatihan Pengelolaan Sampah Pertamina Patra Niaga Dukung SDGs

Hasil pupuk tersebut diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, menekan erosi, sekaligus meningkatkan kesuburan alami.

Pemateri dari Petani Muda Keren, A.A. Gede Agung Wedhatama P., menyampaikan pentingnya inovasi dalam pembuatan kompos agar nilai jual meningkat dan produk semakin beragam.

“Harapannya kolaborasi kami dengan BRI dalam pelatihan ini nantinya dapat diimplementasikan oleh peserta terutama tentang berbagai teknik, alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kompos yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan inisiatif ini bisa menjadi contoh nyata penerapan sistem pengolahan sampah yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memberi manfaat bagi ekonomi desa dan kelestarian lingkungan.

Program BRI Peduli “Yok Kita Gas” terbukti telah menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan di berbagai daerah.

Sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), sejak 2021 program ini sudah berjalan di 41 lokasi di Indonesia, terdiri atas 5 pasar tradisional dan 36 kawasan masyarakat.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: Press Release

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
BRI melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas” menggelar pelatihan diversifikasi pupuk kompos di TPS3R Pudak Mesari, Bali. Kegiatan ini memperkuat kapasitas pengelola sampah, mendorong inovasi berbasis ekonomi sirkular, serta menciptakan produk bernilai tambah yang ramah lingkungan sekaligus mendukung perekonomian desa.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Rabu, 22 April 2026 - 13:31 WIB

Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB