Warga Ciputat Resah, Tumpukan Sampah Kolong Flyover Terjadi Akibat Penutupan Akses TPA

Avatar photo

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan sampah di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) kini mencapai kondisi kritis, menggunung di sejumlah titik vital seperti kolong flyover dan Jalan Dewi Sartika. (Foto: Satelitnews.com)

Tumpukan sampah di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) kini mencapai kondisi kritis, menggunung di sejumlah titik vital seperti kolong flyover dan Jalan Dewi Sartika. (Foto: Satelitnews.com)

Tangerang Selatan, Metrosiar – Warga Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, kini harus berhadapan dengan masalah serius akibat penumpukan sampah yang telah terjadi hampir selama satu minggu. Kondisi ini merupakan imbas langsung dari adanya penataan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Penumpukan sampah yang tak terangkut ini telah menciptakan pemandangan yang tidak biasa dan bau busuk yang menyengat, terutama di sepanjang Jalan Dewi Sartika.

Titik-titik Kritis dan Dampak Bau Busuk
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat di lebih dari enam titik di ruas Jalan Dewi Sartika. Kondisi terparah dan paling mengkhawatirkan berada di kolong flyover Ciputat. Area ini dipenuhi buntalan-buntalan plastik warna-warni berisi limbah rumah tangga dan dagang.

Setiawan (57), salah satu warga yang ditemui pada Kamis (11/12/25), mengungkapkan kekhawatirannya.

Baca juga:  Ketimpangan Sosial Tersaji di Panggung HUT ke-80 RI: Ada Pemandangan yang Tak Biasa, Bocah Pungut Sisa Makanan Para Tamu Undangan

“Sampah menumpuk di kolong flyover Ciputat dari hari Jumat, hampir satu minggu,” ujarnya.

Bau busuk yang ditimbulkan dari sampah yang membusuk selama berhari-hari ini semakin diperparah saat hujan turun, memaksa para pengendara, khususnya sepeda motor, untuk menutup hidung saat melintas.

Selain di kolong flyover, penumpukan serupa juga terjadi di depan Pasar Cimanggis, di mana lokasi penampungan sementara (TPS) sudah tidak mampu menampung volume sampah yang ada.

Imbas Penutupan TPA dan TPS Lokal
Menurut Setiawan, kondisi penumpukan semakin memburuk lantaran beberapa titik pembuangan di wilayah sekitar sebelumnya telah ditutup, termasuk di Jalan Aria Putra. Informasi yang beredar di kalangan warga menyebutkan bahwa TPA Cipeucang sedang tidak mengizinkan pembuangan sampah.

“Infonya katanya pembuangan TPA Cipeucang-nya tidak boleh buang sampah. Dulu di Jalan Aria Putra sudah ditutup, tempat sampah yang di pasar juga ditutup, jadi numpuk di sini,” jelasnya.

Baca juga:  PBNU Imbau Umat Islam Jaga Persatuan di Tengah Polemik Fuad Plered dan Guru Tua

Acep, warga lainnya, menambahkan bahwa mayoritas sampah yang menumpuk berasal dari aktivitas pedagang dan juga warga yang membuang sampah secara sembarangan di lokasi tersebut, meskipun sudah ada penolakan.

Harapan Warga dan Ketiadaan Solusi Jangka Pendek
Warga sangat berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel segera mengambil tindakan cepat. Mereka khawatir tumpukan sampah yang terus menggunung ini sewaktu-waktu bisa ambruk dan menutupi badan jalan, selain ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh aroma busuk yang menyengat.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Tangsel belum memberikan penjelasan resmi mengenai langkah-langlangkah penanganan jangka pendek yang akan diambil untuk mengatasi krisis sampah yang meresahkan masyarakat Ciputat ini.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Satelitnews,com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Aspirasi Mahasiswa Banten Didengar Langsung Kapolda dan Pemprov
Kontrola FAQ sekce 20bet pro rychlé odpovědi
Blik Kasyno – Twoja Wygrana W Kilka Sekund w 2023 roku
Exploring the Return Mechanism of a Boomerang: Recenze online kasina Bet365
Porovnání Magius s jinými fantasy magickými systémy po celém světě
Porovnání Magius s jinými fantasy magickými systémy po celém světě
Bästa svenska online casino för nya spelare 2023
Berita ini 53 kali dibaca
Tumpukan sampah di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) kini mencapai kondisi kritis, menggunung di sejumlah titik vital seperti kolong flyover dan Jalan Dewi Sartika. Krisis yang berlangsung hampir satu minggu ini dipicu oleh adanya penataan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Warga setempat mengeluhkan bau busuk menyengat yang makin parah saat hujan dan khawatir tumpukan sampah akan ambruk menutupi badan jalan. Simak detail penyebab penumpukan, titik lokasi terparah, serta bagaimana Pemkot Tangsel harus segera mencari solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan ini.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Aspirasi Mahasiswa Banten Didengar Langsung Kapolda dan Pemprov

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Kontrola FAQ sekce 20bet pro rychlé odpovědi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Blik Kasyno – Twoja Wygrana W Kilka Sekund w 2023 roku

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Exploring the Return Mechanism of a Boomerang: Recenze online kasina Bet365

Berita Terbaru

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki (kanan) bersama jajaran kepolisian dan perwakilan Pemerintah Provinsi Banten saat menerima aspirasi mahasiswa dalam aksi di kawasan KP3B, Kota Serang.

Politik & Pemerintahan

Aspirasi Mahasiswa Banten Didengar Langsung Kapolda dan Pemprov

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:36 WIB

Nusantara

Kontrola FAQ sekce 20bet pro rychlé odpovědi

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:14 WIB

Nusantara

Blik Kasyno – Twoja Wygrana W Kilka Sekund w 2023 roku

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:15 WIB