Perang Melawan Narkoba di Banten: Wagub A. Dimyati Natakusumah Tegaskan Komitmen Bersama

Avatar photo

Minggu, 1 Juni 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. (Dok. Biro Adpimpro Banten).

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. (Dok. Biro Adpimpro Banten).

Metrosiar – Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa pemberantasan narkoba di Provinsi Banten merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus diperangi karena dampaknya sangat merusak.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Provinsi Banten, Minggu (1/6/2025), di Perumnas Ciracas, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang.

“Bagaimana pemerintah, instansi, dan seluruh unsur masyarakat menciptakan Banten Say No to Drugs. Banten tidak boleh ada narkoba. Ini tugas kita semua,” tegas Dimyati.

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah (tengah, mengenakan topi putih) bersama jajaran pengurus GANNAS se-Provinsi Banten melakukan simbol gerakan “Say No to Drugs” usai kegiatan Sosialisasi P4GN dan penyerahan SK kepengurusan DPD GANNAS. (Dok. Biro Adpimpro Banten).

Ia mengungkapkan bahwa narkoba memiliki dampak multidimensi yang sangat berbahaya, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

“Dampak pertama adalah kerusakan fisik seperti hati, jantung, kanker, dan kerusakan otak. Kedua, dampak psikologis pengguna bisa mengalami stres, depresi, bahkan halusinasi hingga menjadi gila. Ketiga, penyakit sosial seperti meningkatnya angka kejahatan, KDRT, pencurian, hingga perampokan. Narkoba membuat seseorang menjadi perusak dan pembuat onar,” jelasnya.

Baca juga:  PLN Berikan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga Rabu 17 September Masih Berlaku, Begini Cara Klaimnya

Lebih lanjut, Dimyati menggarisbawahi pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membentengi anak-anak sejak dini dari bahaya narkoba melalui edukasi.

“Anak-anak harus dikenalkan jenis-jenis narkoba dan bahayanya. Kita harus mencetak generasi antinarkoba,” imbuhnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada DPW GANNAS Banten atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan berharap GANNAS dapat terus menjadi garda terdepan dalam melawan peredaran gelap narkotika.

“Organisasi GANNAS harus siap melawan bandar dan pengedar narkoba. Saya berharap GANNAS terus bergerak bersama masyarakat demi Banten bebas narkoba,” ujarnya.

Dimyati menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan P4GN yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila memiliki makna mendalam.

Nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama, diyakininya mampu memperkuat perlawanan terhadap narkoba.

“Pancasila menjiwai seluruh masyarakat kita. Di sila pertama sudah jelas, kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini sejalan dengan moto Provinsi Banten yaitu iman dan takwa.

Maka dari itu, pergerakan GANNAS yang dilandasi nilai-nilai Pancasila akan membuat masyarakat takut berbuat dosa dalam hal penggunaan narkoba,” pungkasnya.

Baca juga:  Tak Hanya Bicara, Karel Maku Bertindak! Kerahkan Alat Berat Perluas Lapangan SDN Late, Siap Kawal Pendidikan Hingga Tuntas

Sementara itu, Ketua Umum GANNAS Yoman Andi Peri menekankan perlunya dukungan regulasi daerah untuk memperkuat implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia juga menyoroti belum adanya Peraturan Daerah (Perda) khusus mengenai P4GN di Provinsi Banten.

Yoman menjelaskan bahwa GANNAS memiliki sejumlah program prioritas seperti pencegahan, rehabilitasi, advokasi, hingga sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi peredaran narkoba.

“Kami akan menekankan sistem peringatan dini. Target kami, 20 persen dari jumlah penduduk Banten menjadi anggota GANNAS. Jika penduduk Banten 12 juta, maka minimal 2,4 juta orang harus jadi bagian dari sistem ini,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan jaringan anggota GANNAS yang kuat hingga tingkat RT dan RW, maka pengedar dan bandar narkoba akan berpikir dua kali sebelum masuk ke wilayah Banten.

“Kami akan terus merangkul seluruh ormas, dan membentuk jaringan GANNAS di semua titik wilayah di Banten. Kalau sistem deteksi dini menyebar merata, maka peredaran narkoba akan takut masuk ke masyarakat,” tutupnya.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Siaran pers

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
7.855 Rumah Rusak Akibat Gempa Ngada Masuk Tahap I, BNPB Segera Tindak Lanjuti
Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:29 WIB

Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober

Selasa, 29 September 2026 - 12:54 WIB

Gerindra DPR RI Gerak Cepat, Salurkan 10.000 Paket Sembako dan Selimut untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Yunus Takandewa di Tengah Luka Gempa: Dari Beras, Telur hingga Kepedulian

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Jumat, 25 September 2026 - 12:07 WIB

545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Suyudi Resmi Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:25 WIB

(ki-ka) Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank; Chartsiri Sophonpanich, President of Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank; Hari Prabowo, Duta Besar Indonesia untuk Tailan; Prapan Disyatat, Duta Besar Tailan untuk Indonesia; Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Dalam Agenda Business Matching Para Pelaku Usaha Tailan dan Indonesia di Jakarta Bersama Bangkok Bank dan Permata Bank (Dokumentasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok).

Bisnis & Investasi

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:23 WIB

Pemerintahan

Lurah Kutabaru Purna Tugas, Pesan Haru Warga

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:34 WIB