Metrosiar – Menjelang Lebaran, pemerintah bersama organisasi masyarakat selalu mengamati hilal untuk menentukan tanggal 1 Syawal. Tapi, apa sih yang membuat hilal begitu penting? Yuk, kenalan dulu dengan hilal!
Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, kenapa bentuk Bulan selalu berubah setiap malam?
Sebenarnya, perubahan ini dikenal sebagai fase-fase Bulan, yang terjadi karena Bulan mengelilingi Bumi setiap 29,5 hari.
Posisi Bulan berubah seiring perjalanannya, dan perubahan bentuk tersebut terjadi karena Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri. Cahaya yang kita lihat berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Proses Fase Bulan Dari Purnama Hingga Baru
Saat Bulan mencapai fase purnama, kita melihat sisi siang Bulan. Pada fase separuh, kita bisa melihat sisi siang dan malam Bulan.
Sementara itu, pada fase Bulan baru, Bulan tidak terlihat karena yang tampak adalah sisi malamnya.
Sistem penanggalan Hijriah memanfaatkan pergerakan Bulan ini, sehingga pengamatan Bulan menjadi hal yang penting untuk menentukan waktu dalam kalender Hijriah. Ingat ya, yang diamati adalah Bulan, bukan jodoh!
Apa Itu Hilal?
Hilal adalah istilah Arab untuk “Bulan sabit”, yang pertama kali terlihat setelah fase Bulan baru. Hilal sangat tipis dan muda, sekitar 12 jam setelah fase Bulan baru.
Hilal menjadi penanda dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah. Jika hilal belum terlihat, maka bulan belum berganti.
Namun, tidak semua Bulan sabit tipis bisa disebut hilal. Ada kriteria khusus: hilal harus dapat diamati setelah Matahari terbenam dan memiliki ketinggian tertentu.
Bulan sabit tipis yang terlihat di siang hari belum tentu hilal, karena bisa jadi itu adalah Bulan sabit tua, bukan hilal.
Alat dan Waktu untuk Mengamati Hilal
Mengamati hilal bukanlah hal yang mudah. Karena sangat tipis, dibutuhkan kejelian tinggi untuk menemukannya.
Beruntung, sekarang kita bisa menggunakan peralatan astronomi seperti teleskop untuk memudahkan pengamatan.
Waktu untuk melihat hilal juga sangat singkat, karena usia hilal yang diamati astronom biasanya kurang dari 12 jam, dan ketinggiannya hanya sekitar 6 derajat di atas cakrawala.
Hilal akan terbenam sekitar 24 menit setelah Matahari terbenam.
Hilal Sebagai Penanda Awal Bulan Baru
Setelah hilal terlihat, itu menandakan bahwa malam itu adalah awal dari bulan baru. Jika hilal tersebut adalah hilal awal Syawal, maka malam itu juga menandakan berakhirnya seluruh ibadah Ramadan, seperti salat tarawih dan sahur.
Itulah hilal yang menjadi penentu awal bulan Hijriah. Semoga penjelasan ini membantu! Mohon maaf lahir dan batin, dan selamat menyambut Lebaran!(*)
Editor : Kun









