Keuskupan Agung Merauke Sebut Film ‘Pesta Babi’ Hanya Berdasarkan Keinginan Penyandang Dana

Avatar photo

Senin, 25 Mei 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.Sc

Foto : Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.Sc

Merauke, Metrosiar – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, mengecam dan membantah apa yang ditampilkan serta dinarasikan di film Pesta Babi. Uskup Mandagi menyebut para pihak yang diwawancarai dalam film ‘Pesta Babi’ dipilih berdasarkan keinginan sutradara dan penyandang dana.

Kecaman dan bantahan Uskup Mandagi disampaikan dalam sebuah video, seperti dilihat Inilah.com, Minggu (24/5/2026). Dalam film tersebut Uskup Mandagi dimintai tanggapan oleh seorang pastor tentang film ‘Pesta Babi’.

“Bagi saya film ‘Pesta Babi’ itu bagi saya memang bersifat betul-betul provokatif, terlebih untuk diri sendiri. Tetapi dalam menonton jangan hilang otak kita, daya kritis kita. Karena misalnya ya, apa tujuan dari film itu? Apa? Orang yang membuat film ini dia tidak tinggal di Papua. Yang membantu dia hanya berkeliaran beberapa waktu. Jadi apa maksud?” kata Uskup Mandagi dalam wawancara.


Uskup Mandagi menegaskan bahwa apa yang ditampilkan dalam film tersebut tentang sikap Keuskupan Agung Merauke tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan tidak benar. Dia menilai apa yang terdapat dalam film seolah menyatakan bahwa Keuskupan Agung Merauke telah disuap oleh pemerintah.

“Jadi misalnya tentang Gereja Katolik di dalam film itu. Betapa, betapa tidak benar apa yang dikatakan di dalam film itu. Mengatakan bahwa Keuskupan Agung Merauke menyetujui, menerima PSN. Keuskupan Agung Merauke, khususnya uskup menjual tanah. Keuskupan Agung Merauke, khususnya uskup bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang menghancurkan katakanlah hutan Papua Selatan terlebih kelapa sawit, hutan sawit. Ini dan dikatakan juga bukan hanya kerja sama, tapi mendapat dana lagi. Jadi seolah-olah Keuskupan Agung Merauke sudah disuap,” papar Uskup Mandagi.

Uskup Mandagi justru mempertanyakan mengapa pihaknya tidak pernah diminta pendapat secara langsung mengenai PSN pemerintah yang dipersoalkan dalam film ‘Pesta Babi’.


“Pertanyaannya, benarkah ini? Kenapa sutradara film ini tidak datang tanya kepada uskup? Tidak datang tanya kepada pastor-pastor yang ada di tempat itu dan hanya mendengar dari orang-orang yang punya tujuan yang sama dengan sutradara itu. Kenapa? Ada apa?

Lebih lanjut, Uskup Mandagi justru mengaku sedih dengan berita tentang Keuskupan Agung Merauke di dalam film itu. Terlebih, dia menilai orang-orang yang tampil dalam film tersebut tidak mengetahui bagaimana perjuangan Keuskupan Agung Merauke dalam merawat Papua Selatan.

“Saya memang merasa sedih, terlebih orang-orang ini yang barangkali cuma tahu dari orang-orang lain tentang Papua Selatan, khususnya tentang Keuskupan Agung Merauke. Tapi orang-orang ini yang dipercaya, padahal kami yang tinggal di sini yang bergulat dengan perjuangan memanusiakan orang Papua atau pastor-pastor yang kasihan mereka tinggal di sungai-sungai atau tinggal di tempat-tempat yang sulit. Kenapa mereka tidak diminta apa diminta memberikan pandangan tentang perusakan hutan di Papua? Kenapa mereka tidak diminta?” papar Uskup Mandagi.


Justru, Uskup Mandagi menganggap bahwa para pihak yang tampil di film ‘Pesta Babi’ sengaja ditentukan oleh sutradara dan penyandang dana film tersebut.

“Jadi ada apa-apa, cuma diminta ke orang-orang yang setuju, sealiran dengan sutradara, dan juga sealiran dengan pemberi dana. Barangkali itu cuma isu, pemberi dana,” katanya.

Baca juga:  Kemenag Karawang Tekankan Prosedur Izin Rumah Ibadah dan Moderasi Beragama
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tradisi Korps Kodim Tigaraksa: Sambut Prajurit Baru, Lepas yang Bertugas dan Purna Tugas
7.689 Paket Logistik Sudah Disalurkan, Jerebuu Masih Nol Distribusi Bantuan Gempa
Puskesmas Natarandang Lumpuh Pascagempa, Legislator PAN NTT Turunkan Semen dan Pasir Bangun Lantai Tenda Darurat
Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar
Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar
Top-Plattformen: Wie registriere ich mich für Sportwetten ohne Oasis?
Инновационные обновления в последней версии Мостбет андроид приложение
Инновационные обновления в последней версии Мостбет андроид приложение
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tradisi Korps Kodim Tigaraksa: Sambut Prajurit Baru, Lepas yang Bertugas dan Purna Tugas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:58 WIB

7.689 Paket Logistik Sudah Disalurkan, Jerebuu Masih Nol Distribusi Bantuan Gempa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Puskesmas Natarandang Lumpuh Pascagempa, Legislator PAN NTT Turunkan Semen dan Pasir Bangun Lantai Tenda Darurat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Top-Plattformen: Wie registriere ich mich für Sportwetten ohne Oasis?

Berita Terbaru

Barang bukti kasus narkotika jenis sabu yang diamankan Ditresnarkoba Polda Banten, berupa paket sabu, timbangan digital, telepon seluler, plastik klip, dan kunci kendaraan.

Hukum & Kriminal

Sabu 75 Gram Disita, Tiga Pelaku Diciduk di Kramatwatu

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:29 WIB

Nusantara

Mostbet Giriş: Uğur Qazanmağa Başlamaq Üçün Addımlar

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:10 WIB