Metrosiar, Jakarta Utara – Kemacetan lalu lintas yang luar biasa terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4).
Antrean kendaraan mengular hingga tak bergerak, menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah tersebut.
Penyebab Kemacetan: Gangguan Sistem dan Lonjakan Aktivitas Logistik
Menurut Franssiscus, salah satu pelaku usaha di bidang jasa pengiriman barang di sekitar pelabuhan, kemacetan parah tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Rabu (16/4).
Ia mengungkapkan gangguan pada sistem di pintu masuk pelabuhan menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang.
“Permasalahan bermula dari sistem yang mengalami gangguan saat proses pemindaian kartu masuk. Sistem tidak dapat membaca data pengenal kendaraan sehingga menyebabkan antrean yang terus mengular tanpa solusi cepat,” ujar Franssiscus kepada media, dikutip Jumat (18/4/2025).
Selain itu, kemacetan juga diperparah oleh lonjakan aktivitas bongkar muat kontainer di dua terminal utama, yaitu Jakarta International Container Terminal (JICT) dan New Priok Container Terminal One (NPCT1).
Salah satu petugas pelabuhan menyebut bahwa masuknya beberapa kapal barang induk secara bersamaan menjelang libur panjang menjadi faktor pendorong meningkatnya aktivitas logistik.
“Beberapa kapal induk (mother vessel) tiba bersamaan di JICT 2 dan NPCT1. Karena besok hari libur, pihak gudang meminta seluruh pengiriman diselesaikan hari ini juga,” jelas petugas yang enggan disebutkan namanya.
Respons Pelindo dan Data Lalu Lintas Truk
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 atau Pelindo Regional 2 menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Executive General Manager Pelindo Tanjung Priok, Adi Sugiri, menjelaskan bahwa kemacetan terjadi bersamaan dengan akhir periode arus mudik Lebaran serta selesainya pembatasan lalu lintas barang.
Adi menambahkan lonjakan aktivitas receiving dan delivery di terminal dilakukan secara bersamaan untuk mengejar jadwal sebelum libur bersama yang berlangsung hingga 20 April.
Berdasarkan data, jumlah truk yang masuk ke terminal mengalami peningkatan drastis, dari rata-rata di bawah 2.500 unit per hari menjadi lebih dari 4.000 unit menuju NPCT1.
“Kami terus berupaya memastikan kelancaran operasional dan memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga terus dilakukan untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial pelabuhan,” ungkap Adi melalui siaran pers.
Penanganan Lalu Lintas oleh Jasa Marga
Untuk membantu mengatasi kemacetan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak Kepolisian mengambil langkah pengalihan arus lalu lintas.
Melalui Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), pengelola Ruas Tol Dalam Kota Jakarta, dilakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Tol Sedyatmo arah Jakarta.
Atas diskresi Kepolisian, kendaraan yang melintas di KM 28 arah Jakarta dialihkan ke jalur atas Jalan Tol Lingkar Luar Barat (Penjaringan-Kebon Jeruk).
Selain itu, pengendara juga disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran guna menghindari kemacetan parah di akses menuju pelabuhan.(*)
Editor : Ndaya Coya Wodo









