Instruksi Megawati soal Kepala Daerah PDIP Tunda Retret adalah Bentuk Perlawanan Politik

Avatar photo

Selasa, 25 Februari 2025 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menyebut instruksi yang dikeluarkan Megawati Soekarnoputri kepada kepala daerah dari PDIP untuk menunda ikut retret di Akademi Magelang, Jawa Tengah, dianggap sebagai bentuk perlawanan politik.

Demikian Ahmad Khoirul Umam dalam keterangannya di Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Senin (24/2/2025).

“Diakui atau tidak, ini kan respons politik, sehingga kemudian ketika meminta kader untuk kemudian tidak hadir di retret, di Magelang, maka memang bisa ditafsirkan sebagai sebuah perlawanan politik dari PDIP terhadap kekuasaan,” kata Umam.

Meskipun tentu ini belum bisa dijustifikasi, belum bisa disimpulkan sebagai sebuah final decision karena ada diksi kemarin, menunda, dan menunda itu bisa ada barangkali keputusan lanjutan yang memberikan dorongan lebih lanjut,” lanjut Umam.

Baca juga:  Respon Cepat Camat Pasar Kemis Atasi Pohon Tumbang

Namun tetap, kata Umam, sikap yang sudah ditunjukkan oleh Megawati terhadap kadernya usai Hasto ditahan adalah bagian dari manuver politik.

“Itu sudah dikeluarkan, maka ini sebuah manuver politik sebagai bagian dari opsi tidak percaya, kekecewaan terhadap langkah pemerintahan,” ujar Umam.

Umam menduga, kekecewaan PDIP terhadap pemerintahan Prabowo terkait penahanan Hasto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilatari karena sudah adanya komitmen atau komunikasi yang terbangun antara kedua belah pihak.

“Secara subjektif, saya mencoba untuk menafsirkan, tampaknya memang sudah ada semacam komunikasi politik dan juga komitmen antara PDIP dengan Pak Prabowo,” kata Umam.

Baca juga:  Masih Ada 1.652 Lowongan PPSU di Jakarta, Cukup Lulusan SD

Bahkan, kata Umam, Megawati dalam sebuah kesempatan pernah menyampaikan secara terbuka bagaimana dirinya akan bersikap jika Hasto ditahan KPK.

“Dalam sebuah kesempatan kita masih ingat, Bu Megawati mencoba untuk menyampaikan semacam dialog imajiner antara beliau dengan Pak Prabowo seandainya ada pihak-pihak tertentu yang ingin memperlakukan Sekjen kita, kita sebagai ketua umum partai, bagaimana rasanya,” papar Umam.

“Artinya bahwa, itu bukan sekadar dialog imajiner, tetapi disampaikan di ruang publik, artinya bahwa ada semacam ekspektasi yang dimiliki oleh Bu Mega, teman-teman PDIP yang meyakini bahwa dalam proses ini, di KPK bisa diintervensi, dipengaruhi oleh kekuasaan,” lanjutnya.

Sumber Berita: Kompas tv

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!
3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif
147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat
Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”
Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:15 WIB

Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif

Selasa, 22 September 2026 - 17:26 WIB

147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 16:42 WIB

Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Fotografer Dijebak Lewat Job Pemotretan, Motor dan Kamera Dirampas

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:51 WIB

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. (kanan) berdiskusi bersama Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H. (kiri) dalam pembahasan Police Governance.

TNI POLRI

Wakapolri Bicara Transformasi Polri di Hadapan Jimly

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:15 WIB