Jakarta, Metrosiar – Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tengah bermain golf mendadak viral dan memicu perdebatan di media sosial.
Di tengah sorotan publik, Dadan akhirnya angkat bicara untuk meluruskan konteks kegiatan tersebut.
Sorotan Netizen dan Video yang Beredar
Video yang menjadi perbincangan hangat tersebut merekam aktivitas Dadan di sebuah lapangan golf pada Minggu (14/12/25), pukul 09.12 WIB.
Dalam tayangan itu, Dadan tampak mengenakan setelan santai berupa kaus hijau tua, celana krem, topi pet, dan kacamata hitam sembari memegang stik golf.
Unggahan ini menyebar luas melalui berbagai akun publik. Akun Instagram @jabodetabek*** mencatat interaksi tinggi dengan 1.300 likes dan lebih dari 300 komentar.
Sementara itu, akun @bogor_* turut membagikan video serupa yang disukai lebih dari 1.200 pengguna.
Respons negatif mendominasi kolom komentar. Publik menilai kegiatan tersebut kurang pantas dilakukan pejabat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Tidak bisa berharap banyak, inilah gambaran mayoritas pemimpin di negeri ini, inflasi merajalela, pejabat pesta pora,” tulis akun @agus*** dengan nada kecewa.
Senada dengan itu, akun @yanti** menambahkan komentar emotif, “Gak ada empatinya sama sekali.”
Klarifikasi Dadan: Misi Kemanusiaan di Balik Olahraga
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Dadan Hindayana memberikan klarifikasi kepada awak media pada Kamis (18/12/25).
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan hijau bukan sekadar rekreasi pribadi, melainkan bagian dari kewajibannya sebagai alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dadan menjelaskan bahwa acara tersebut adalah turnamen rutin akhir tahun yang diselenggarakan oleh Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari program menjaga silaturahmi di antara sesama alumni IPB,” ujar Dadan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PGA IPB.
Galang Dana Rp 450 Juta untuk Bencana Sumatera
Lebih jauh, Dadan mengungkapkan turnamen tersebut memiliki misi sosial yang mendesak.
Ajang ini dimanfaatkan secara khusus untuk mengumpulkan donasi bagi korban bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera, serta penyediaan beasiswa.
“Tahun 2025 ini turnamen sekalian menggalang dana beasiswa dan bantuan bencana Sumatera,” jelasnya.
Hasil dari kegiatan tersebut ternyata cukup signifikan. Dadan bersyukur solidaritas para alumni berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan dengan jumlah yang besar.
“Donasi yang terkumpul dari kegiatan golf ini sebesar Rp 450 juta,” pungkas Dadan.*
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Kompas.com









