Begini Kata Komisi III DPR RI Terkait Pernyataan Kapolri, Tolak Polri di Bawah Kementrian

Avatar photo

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Metrosiar – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdullah menyebut pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak kepolisian berada di bawah kementerian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR merupakan respons atas kabar Tim Reformasi Polri akan mengeluarkan rekomendasinya pada akhir bulan ini.

“Statement terakhir bahwa Tim Reformasi Kepolisian yang dibentuk oleh presiden akan memberikan rekomendasi di akhir bulan ini kan. Dari situlah isunya bahwa lembaga kepolisian ini mau dipindah ke bawah kementerian,” ucap Abdullah dalam dialog Satu Meja The Forum yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (28/1/2026).

Dia menuturkan, sesungguhnya kepolisian sudah mengakui banyak kekurangan saat Tim Reformasi Polri dibentuk. Pengakuan tersebut pun, kata dia, dibarengi dengan sikap terbuka untuk berbenah diri.


“Oleh karena itu kita sebagai DPR, fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran, itu yang kita bisa lakukan,” ujar Abdullah.

“Pengawasan ketika memang perlu untuk reformasi Undang-Undang Kepolisian, itu kan lagi kita coba mendengarkan semua keluhan masyarakat bukan hanya di kepolisian, di kejaksaan, di pengadilan. Itu yang sedang kita lakukan.”

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak gagasan Polri berada di bawah kementerian dalam rapat kerja antara Kapolri, Kapolda seluruh Indonesia, dan Komisi III DPR, Senin (26/1/2026).

“Saya tegaskan di hadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian,” tegas Listyo disambut riuh tepuk tangan Anggota Komisi III.

Dia menilai, meletakkan institusi Polri di bawah kementerian sama dengan melemahkan Polri dan melemahkan presiden.


“Saya anggap meletakkan Polri di bawah Kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden,” ujarnya.

Baca juga:  Banjir Ciledug Indah: Tamu Tak Diundang yang Enggan Pergi
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Bencana Datang, Jangan Hanya Menonton! PMI Ngada Ajak Warga Turun Jadi Relawan Kemanusiaan
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Kapal Rp1 Miliar Tenggelam di Laut Sawu, Nelayan Aimere Berpacu dengan Waktu Selamatkan “Basaudara”
Tanah Flores Diguncang Gempa, 58 Anak Ngada Justru Berlayar Menjemput Masa Depan
Sisa Kuota BBM Subsidi Tiba-Tiba Raib, Sopir di Ngada Curigai Ada “Permainan” Barcode SPBU
Celebrity Chefs Who Love to Cook with Spinanga – Recenze online kasina SpinWin
PMI Ngada Bergerak di Tengah Luka Gempa Flores, JK Kirim Lebih 100 Ton Bantuan untuk Korban Bencana
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Saat Bencana Datang, Jangan Hanya Menonton! PMI Ngada Ajak Warga Turun Jadi Relawan Kemanusiaan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:09 WIB

GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Kapal Rp1 Miliar Tenggelam di Laut Sawu, Nelayan Aimere Berpacu dengan Waktu Selamatkan “Basaudara”

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:59 WIB

Tanah Flores Diguncang Gempa, 58 Anak Ngada Justru Berlayar Menjemput Masa Depan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Minggu, 30 Agu 2026 - 18:58 WIB