KSAL Minta Tunggakan BBM TNI AL Triliunan Rupiah ke Pertamina Diputihkan

Senin, 28 April 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali (Tangkap Layar YouTube Parlemen)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali (Tangkap Layar YouTube Parlemen)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) memiliki tunggakan pembayaran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) senilai triliunan rupiah kepada Pertamina. Ia pun meminta agar tunggakan tersebut diputihkan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali (Tangkap Layar YouTube Parlemen)

Metrosiar – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) memiliki tunggakan pembayaran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) senilai triliunan rupiah kepada Pertamina.

Ia pun meminta agar tunggakan tersebut diputihkan.

Ali menjelaskan, saat ini terdapat tunggakan sebesar Rp2,25 triliun dari konsumsi BBM sebelumnya, dan kini TNI AL kembali dibebankan utang sebesar Rp3,2 triliun.

“Harapannya sebenarnya ini bisa ditiadakan untuk masalah bahan bakar, diputihkan,” kata Ali dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/4/25).

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Rp12.500 per Kilogram

Ali mengungkapkan, utang tersebut sangat mengganggu operasional TNI AL.

Menurutnya, penggunaan BBM untuk TNI AL masih dikenakan harga industri.

Ia juga mengusulkan agar kebutuhan BBM kapal TNI AL diberikan subsidi.

“Beda dengan Polri perlakuannya. Nah ini mungkin perlu disamakan nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II itu mengusulkan agar pengaturan kebutuhan BBM TNI AL dilakukan secara terpusat melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Baca Juga :  Prajurit TNI AL Tembak Mati Sales Mobil di Aceh Utara dan Bawa Kabur Innova

Ali menjelaskan, kebutuhan BBM untuk kapal perang TNI AL cukup besar karena mesin kapal harus tetap hidup untuk mengoperasikan berbagai peralatan di dalamnya, meskipun kapal tidak sedang berlayar.

“Karena kalau AC dimatikan, peralatan elektronik akan rusak di dalamnya. Itu bahayanya,” ucap Ali.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Berita Terkait

Vape Dianggap Aman? Ini Fakta Mengejutkan dari Seminar Anti-Vape di Pesantren
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Berita ini 12 kali dibaca
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) memiliki tunggakan pembayaran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) senilai triliunan rupiah kepada Pertamina. Ia pun meminta agar tunggakan tersebut diputihkan. Ali menjelaskan, saat ini terdapat tunggakan sebesar Rp2,25 triliun dari konsumsi BBM sebelumnya, dan kini TNI AL kembali dibebankan utang sebesar Rp3,2 triliun.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:25 WIB

Vape Dianggap Aman? Ini Fakta Mengejutkan dari Seminar Anti-Vape di Pesantren

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Berita Terbaru