DPR Usulkan Tambahan Minyak Goreng dalam Bansos Pangan, Begini Respons Menkeu Purbaya

Avatar photo

Sabtu, 20 September 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui ada tambahan minyak goreng dalam bansos pangan. (Instagram/lps_idic)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui ada tambahan minyak goreng dalam bansos pangan. (Instagram/lps_idic)

Metrosiar – Pemerintah didorong untuk menambah komponen bantuan sosial (bansos) pangan beras 10 kg dengan minyak goreng 2 liter per bulan.

Usulan ini disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, usai melakukan konsultasi dengan pimpinan DPR pada Kamis (18/9/25).

Said menjelaskan, pemberian bansos beras 10 kg saja dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin dan rentan miskin.

“Kami baru saja konsultasi dengan pimpinan DPR. Permintaan langsung dari pimpinan agar Rp16,23 triliun yang dialokasikan untuk bansos beras juga disertai minyak goreng 2 liter per bulan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan di Kompleks DPR RI, Jakarta.

Pertimbangan Harga Minyak Goreng

Said mengungkapkan, awalnya DPR mengusulkan penambahan 5 liter minyak goreng. Namun dengan asumsi harga per liter sekitar Rp14.000–Rp16.000, maka biaya minyak goreng akan lebih tinggi dari beras yang dibagikan.

Baca juga:  Gerakan Rp 5 Ribu untuk Al-Khoziny: Cak Rofi’ Gagas Kebangkitan Pesantren Tua yang Ambruk

“Awalnya kami minta 5 liter per bulan, tapi nanti lebih mahal dari berasnya. Makanya kami ajukan 2 liter saja,” katanya.

Said juga menegaskan pihaknya mendukung pemerintah bila ingin memperbesar bantuan minyak goreng.

“Kalau Bapak mau 5 liter, saya yang senang Pak,” ujarnya kepada Menteri Keuangan Purbaya.

Respons Menkeu Purbaya

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan pemerintah siap menambah minyak goreng 2 liter dalam paket bansos beras 10 kg.

“Kalau Bapak tambah 2 liter, saya pikir kami sanggup,” kata Purbaya.

Ia menyebutkan, kesanggupan ini bersumber dari anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) yang masih bisa disesuaikan.

Baca juga:  Musrenbang Kutabaru 2027: Usulan Warga Mengalir Deras, Apa Prioritas Pembangunan yang Akan Dipilih?

Purbaya menegaskan akan memantau penyerapan dana K/L dan mengalihkan anggaran yang tidak terserap untuk program sejenis.

Target Penerima dan Waktu Penyaluran

Bansos pangan beras 10 kg ditargetkan menyasar 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Program ini direncanakan berlangsung mulai Oktober hingga November 2025 dengan anggaran Rp7 triliun.

Pembentukan Tim Pemantau Anggaran

Dalam kesempatan sebelumnya, Purbaya juga mengumumkan pembentukan tim khusus untuk memantau percepatan penyerapan anggaran kementerian dan lembaga.

Ia menyebut beberapa program pemerintah berjalan lambat sehingga perlu pengawasan lebih ketat.

“Bagian lambat akan kami percepat,” tegasnya saat rapat kerja perdana dengan DPR pada (10/9/25).*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: YouTube Kompas TV, Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”
Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa
Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi
Anis Matta Yakin Gelora Tembus Senayan 2029, Ini Strateginya
Posyandu Pasar Kemis Dibidik Jadi yang Terbaik di Banten, Tim Kabupaten Turun Langsung!
Gelar Perkara Tuntas, Polda Banten Hentikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya
Berita ini 23 kali dibaca
Program bantuan sosial ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin dan rentan miskin, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Pemerintah bersama DPR akan memantau secara berkala efektivitas program ini agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan penerima manfaat.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:51 WIB

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Juni 2026 - 11:21 WIB

Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa

Senin, 15 Juni 2026 - 10:15 WIB

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:21 WIB

Posyandu Pasar Kemis Dibidik Jadi yang Terbaik di Banten, Tim Kabupaten Turun Langsung!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:18 WIB

Gelar Perkara Tuntas, Polda Banten Hentikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB