Ribuan Siswa Keracunan, BKN Desak Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan setelah munculnya kasus ribuan siswa mengalami keracunan makanan di sejumlah daerah.

 

Deni Setiawan, S.H., MH., Bendahara Umum Pusat Barisan Ksatria Nusantara (BKN), menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan ini demi keselamatan rakyat dan marwah kepemimpinan nasional.

 

“Wajah MBG adalah wajah Presiden. Jika program ini sukses, maka Presiden turut berwajah mulia di mata rakyat. Namun jika menimbulkan korban, maka wajah Presiden juga akan tercoreng,” tegas Deni kepada redaksi MataElang24.com.

 

Menimbang Kemaslahatan: Kaidah Fiqih Sebagai Pedoman

 

Deni menegaskan bahwa setiap kebijakan publik harus berpijak pada asas kemaslahatan umat, sesuai dengan kaidah fiqih:

 

تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

“Kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan.”

 

 

Ia menilai, niat pemerintah dalam program MBG sesungguhnya sangat baik — untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan rakyat. Namun, cara pelaksanaannya harus dievaluasi agar tidak menimbulkan bahaya yang justru bertentangan dengan tujuan semula.

Baca juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Mauk Polresta Tangerang Sambang Desa Dengarkan Keluhan Masyarakat

 

“Niat tidak boleh diubah, tapi cara bisa diperbaiki sesuai situasi dan kondisi yang berkembang,” ujarnya.

 

 

Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa hukum kebijakan bersifat dinamis dan boleh disesuaikan ketika sebab atau alasan yang melatarinya berubah, sebagaimana kaidah fiqih:

 

الحكم يدور مع العلة وجوداً وعدماً

“Keberlakuan hukum bergantung pada ada atau tidaknya sebab yang melatarinya.”

 

 

Evaluasi MBG: Jangan Korbankan Jiwa Rakyat

 

Kasus sekitar 6.000-12.000 siswa keracunan makanan yang diduga berasal dari program MBG, menurut Deni, merupakan peringatan keras bagi pemerintah agar segera meninjau ulang mekanisme pelaksanaannya.

 

“Pemerintah wajib menjaga keselamatan jiwa masyarakat (ḥifẓun-nafs), karena itu salah satu pilar utama maqāṣid asy-syarī‘ah,” ungkapnya.

Baca juga:  MUI Kresek: Penjual Tuak yang Melanggar Hukum Harus Ditutup Selama Ramadhan

 

 

Ia mengusulkan agar bantuan gizi diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada siswa dari kalangan fakir miskin.

 

“Bantuan tunai lebih maslahat dan transparan, mengurangi risiko korupsi, keracunan, dan ketidaktepatan sasaran. Tidak semua siswa membutuhkan makanan gratis, sebab sebagian berasal dari keluarga mampu,” jelas Deni.

 

 

Refleksi: Wajah Kepemimpinan dan Amanah Keadilan

 

Deni menilai, dalam konteks kenegaraan, setiap program sosial harus mencerminkan wajah kepemimpinan yang adil, amanah, dan berpihak pada rakyat kecil.

 

“Wajah MBG adalah wajah Presiden. Maka memperbaikinya berarti menjaga kehormatan negara dan kemuliaan kepemimpinan,” tandasnya.

 

 

Ia menutup pandangannya dengan ajakan moral agar pemerintah tidak abai terhadap kemaslahatan rakyat dan kehormatan bangsa.

 

“Semoga Allah memberikan petunjuk, perlindungan, dan kemudahan bagi kita semua dalam setiap langkah kebijakan demi kemaslahatan bersama,” tutup Deni Setiawan, S.H.

Sumber Berita: FORUM JURNALIS KEMIRI

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Rabu, 22 April 2026 - 13:31 WIB

Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB