Petani Padi Desa Patra Manggala Kecamatan Kemiri Merugi, Pembeli Gabah Raib Tanpa Jejak

Kamis, 1 Mei 2025 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Muhamad Holil Korban Kerugian Oleh Pembeli gabah (Dok. Ahmad/Metrosiar)

Foto : Muhamad Holil Korban Kerugian Oleh Pembeli gabah (Dok. Ahmad/Metrosiar)

Metrosiar – Seorang petani padi asal Desa Patra Manggala Muhamad Holil mengalami kerugian setelah pembeli gabah berinisial IPL bin MMN yang selama ini menjadi mitra usahanya menghilang tanpa kabar, meninggalkan utang senilai sekitar Rp11 juta.

Kronologi kejadian bermula dari hubungan bisnis yang awalnya berjalan lancar antara petani tersebut dengan seorang pria yang biasa dipanggil IPL bin MMN warga Kampung Encle, Desa Sukawali. Selama beberapa waktu, transaksi pembelian gabah berlangsung tanpa hambatan.

Namun, masalah mulai muncul ketika IPL menimbang gabah terakhir dari Holil tersebut dengan janji akan melakukan pembayaran setelah Lebaran.

Baca juga:  Posyandu Cahaya 5 Kutabaru Kembali Aktif Pasca Lebaran Idulfitri 1446 H

Transaksi dilakukan sekitar tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Meski sudah disepakati akan dibayar sebelum Lebaran, hingga kini pembayaran tidak kunjung dilakukan.

“Saya kasih keringanan, yang penting dibayar sebelum Lebaran. Tapi makin ke sini, dia mulai cari-cari alasan. Akhirnya WA-nya gak aktif, telepon juga gak bisa dihubungi,” ujar Holil saat diwawancarai Pada Kamis (1/5/2025).

Merasa khawatir dan curiga, pada Rabu, 30 April 2025, korban bersama istri dan anaknya mendatangi rumah serta pabrik milik Epul. Mereka menemukan pabrik dalam kondisi buka, namun mesin dilaporkan rusak.

Saat itu, IPL sempat muncul sebentar, tetapi langsung pergi tanpa menemui korban.

Baca juga:  Warga Kemiri Gelar Aksi Pungut Sampah untuk Lingkungan Lebih Bersih
IPL bin MMN ke-3 dari kiri yang selama ini menjadi mitra usahanya menghilang tanpa kabar, meninggalkan utang senilai sekitar Rp 11 juta
IPL bin MMN ke-3 dari kiri yang selama ini menjadi mitra usahanya menghilang tanpa kabar, meninggalkan utang senilai sekitar Rp 11 juta (Dok. Ahmad/Metrosiar)

“Saya datang baik-baik cuma mau nanyain kabarnya, takutnya ada apa-apa. Tapi dia malah gak mau ketemu saya. Orang tuanya juga kayak nutupin, katanya dia lagi ambil mesin,” tambah korban.

Hingga kini, IPL belum bisa dihubungi, dan tidak ada kejelasan mengenai pembayaran yang dijanjikan. Holil sebagai Korban berharap agar uangnya bisa kembali karena akan digunakan untuk modal usaha.

Kasus ini menambah daftar panjang petani yang menjadi korban ketidakjelasan pembayaran dalam transaksi pertanian.

‎Warga setempat berharap ada tindakan dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Kusnadi Bokir Ketua PB Korcam Kemiri

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Lahan 1 Hektare Digarap! Polda Banten Tancap Gas Tanam Jagung
Bangli Dibongkar! Bupati Tangerang Turun Langsung Tertibkan Bantaran Kali
Wabup Tangerang Resmikan Infrastruktur di Kutabumi, Ada Momen Tak Terduga!

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Selasa, 14 April 2026 - 20:47 WIB

Lahan 1 Hektare Digarap! Polda Banten Tancap Gas Tanam Jagung

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB