Presiden Prabowo Tinjau Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

Senin, 17 Maret 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke smelter PT Freeport Indonesia yang terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025). //Dok. Biro Pers Sekretariat Negara//

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke smelter PT Freeport Indonesia yang terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025). //Dok. Biro Pers Sekretariat Negara//

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terletak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengunjungi area electro refinery untuk memantau produksi katoda serta area precious metal refinery (PMR) untuk melihat proses pemurnian emas yang dihasilkan dari bijih yang diekstraksi dari tambang.

Smelter ini dikenal sebagai fasilitas pemurnian emas terbesar dan paling modern di dunia yang mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari pertambangan, pengolahan, hingga pemurnian logam mulia.

Menurut Prabowo, pembangunan fasilitas ini merupakan pencapaian penting bagi Indonesia dalam mendorong hilirisasi industri pertambangan.

“Saya kira ya kita bangga, bersyukur, akhirnya punya processing dari logam-logam murni,” ungkap Prabowo, sebagaimana dikutip dalam siaran pers dari Sekretariat Presiden, Senin.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan melalui smelter ini, Indonesia tidak lagi perlu mengekspor sumber daya mineral mentah ke luar negeri tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terbitkan Perpres 66 Tahun 2025: Negara Wajib Lindungi Jaksa dalam Tugas

“Kita sekarang tidak mau menjual sumber alam kita sebagai bahan baku, kita tidak mau lagi jual murah, kita mau di-processing di Indonesia, supaya nilai tambah bisa kita nikmati. Ini nanti tambah kekayaan negara untuk rakyat Indonesia,” tambahnya.

PMR yang dibangun dengan investasi mencapai 630 juta dolar AS, atau sekitar Rp 10 triliun, menggunakan teknologi hidrometalurgi dalam proses pemurniannya.

Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi yang besar, yaitu 6.000 ton lumpur anoda per tahun, 50 ton emas per tahun, 210 ton perak per tahun, dan 0,03 ton platinum per tahun.

Selain itu, pabrik ini juga mampu memproduksi 0,375 ton paladium, 285 ton selenium, 220 ton bismuth, dan 2.200 ton timbal per tahun.

Baca Juga :  Prabowo Kunjungi Megawati di Teuku Umar, Silaturahmi Lebaran Penuh Keakraban

Seiring beroperasinya PMR ini, seluruh lumpur anoda dari smelter PTFI kini dapat dimurnikan di dalam negeri.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan PMR adalah fasilitas pemurnian emas modern terbesar di dunia yang menggunakan teknologi hidrometalurgi.

Pada Desember 2024, PMR Freeport mulai memproduksi emas, dengan diperkirakan sebanyak 32 ton bahan baku akan dimurnikan menjadi emas pada tahun ini.

Sejak 9 Maret 2025, produksi emas dari PMR PTFI telah mencapai 1,062 ton, yang setara dengan nilai sekitar Rp 1,7 triliun.

“Tahun-tahun ke depannya, sekitar 50 ton per tahun. Jadi ini tentu saja akan sangat membantu ekosistem generisasi emas. Dalam hal ini antara lain adalah untuk memasok juga bullion bank yang sudah dibentuk di Indonesia,” ujar Tony.(*)

Editor : Konrad Wodo

Berita Terkait

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Ubah Beban Jadi Aset Melalui Strategi Monetisasi Emisi Karbon di Seminar Nasional ATKARBONIST
Gandeng Atkarbonist, Sucofindo Dorong Monetisasi Karbon di Seminar Nasional Perbanas
Danantara Targetkan Groundbreaking Proyek WtE pada Kuartal II-2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:07 WIB

Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:25 WIB

Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:16 WIB

Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!

Senin, 16 Februari 2026 - 14:00 WIB

Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB