Antisipasi Banjir, Camat Kemiri Tinjau Debit Air Sungai Cimanceri di Desa Lontar

Avatar photo

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Kemiri Rudi Hadikarsono, S.H, S.IP, segera turun ke lapangan guna menginspeksi sejumlah lokasi yang dianggap rentan tergenang luapan air(dok.fjk)

Camat Kemiri Rudi Hadikarsono, S.H, S.IP, segera turun ke lapangan guna menginspeksi sejumlah lokasi yang dianggap rentan tergenang luapan air(dok.fjk)

Kabupaten Tangerang – Metrosiar Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang selama seharian penuh kemarin memicu kekhawatiran akan naiknya debit air. Merespons kondisi cuaca ekstrem tersebut, Camat Kemiri Rudi Hadikarsono, S.H, S.IP, segera turun ke lapangan guna menginspeksi sejumlah lokasi yang dianggap rentan tergenang luapan air, Minggu (4/1).

 

Salah satu fokus utama dalam pemantauan tersebut adalah Desa Lontar. Wilayah ini mendapat perhatian khusus lantaran letak geografisnya yang bersinggungan langsung dengan aliran Sungai Cimanceri. Pimpinan kecamatan ingin memastikan bahwa infrastruktur pengendali air di area tersebut masih berfungsi optimal guna mencegah terjadinya banjir yang berlebihan.

 

Dalam kegiatan observasi ini, Camat Kemiri tidak bergerak sendirian. Beliau tampak didampingi oleh jajaran aparatur pemerintah desa setempat, termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) Lontar, Eka Komara. Keduanya menyusuri bantaran sungai untuk melihat sejauh mana kenaikan muka air setelah curah hujan yang cukup tinggi melanda kawasan tersebut sepanjang hari kemarin.

Baca juga:  Viral! Oknum Dokter Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Saat Pemeriksaan USG

 

Camat Kemiri menyatakan bahwa langkah preventif ini sangat krusial dilakukan demi menjamin keselamatan warga di sekitar daerah aliran sungai. “Kami harus sigap melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik yang memiliki elevasi rendah. Curah hujan yang masif menuntut kita untuk selalu siaga dalam mengantisipasi segala kemungkinan buruk,” tegas sang Camat di sela-sela peninjauannya.

 

Beliau juga menambahkan bahwa koordinasi antar-instansi akan terus diperkuat guna mempercepat proses evakuasi atau penanganan darurat jika sewaktu-waktu debit Sungai Cimanceri meluap melampaui batas normal. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi siklus cuaca yang tidak menentu saat ini agar dampak kerugian dapat diminimalisir.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa lontar Dodi RS yang diwakili Sekretaris Desa Lontar, Eka Komara, mengungkapkan bahwa pihak desa terus memonitor perkembangan situasi di lingkungan pemukiman penduduk. “Kehadiran Bapak Camat memberikan penguatan bagi kami di tingkat desa. Kami sudah menginstruksikan kepada para ketua RT dan RW untuk melaporkan setiap kenaikan air secara berkala,” tutur Eka saat mendampingi rombongan.

Baca juga:  Pemprov Banten Siap Perbaiki Akses Menuju Huntara Cigobang, Fokus pada Pembangunan Infrastruktur Dasar

 

Eka juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi internal, termasuk pengecekan saluran drainase di sekitar pemukiman warga Desa Lontar. Sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa diharapkan mampu menciptakan sistem peringatan dini yang efektif bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Cimanceri.

 

Hingga berita ini diturunkan, kondisi permukaan air di Sungai Cimanceri terpantau mengalami peningkatan namun masih dalam kategori aman. Meski demikian, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai demi kelancaran arus air.

Sumber Berita: FORUM JURNALIS KEMIRI

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Jumat, 9 Okt 2026 - 01:34 WIB

Peristiwa & Bencana

Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!

Kamis, 8 Okt 2026 - 23:19 WIB