Eddy Soeparno: Peta Jalan EBT Nasional Bakal Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi: Kini, siapa pun bisa mendukung pelestarian lingkungan dengan lebih praktis. PLN UID Jawa Barat menyediakan dua solusi utama, Dedicated Source dan REC, untuk memudahkan masyarakat terlibat dalam penggunaan energi terbarukan. (Dok. PLN)

Foto Ilustrasi: Kini, siapa pun bisa mendukung pelestarian lingkungan dengan lebih praktis. PLN UID Jawa Barat menyediakan dua solusi utama, Dedicated Source dan REC, untuk memudahkan masyarakat terlibat dalam penggunaan energi terbarukan. (Dok. PLN)

Jakarta, Metrosiar – Transformasi Indonesia dari energi fosil ke energi bersih diprediksi akan menjadi pendorong vital bagi kemajuan ekonomi, selain menjaga keseimbangan ekologi.

Inisiatif ini diperkirakan dapat menghadirkan 1,7 juta lapangan kerja baru lewat penguatan sektor industri ramah lingkungan.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menekankan bahwa rencana induk infrastruktur listrik pemerintah bakal memicu dampak ekonomi berantai, terutama dalam memperkuat manufaktur dan industri padat karya di dalam negeri.

“Dampaknya sangat masif. Transisi energi ini berpeluang menciptakan hampir 1,7 juta lapangan kerja hijau (green jobs) sekaligus memberikan sumbangsih nyata terhadap kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) kita,” ungkap Eddy dalam agenda Refleksi Akhir Tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/12/25).

Dominasi Energi Baru Terbarukan dalam RUPTL

Optimisme ini didasarkan pada dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025–2034. Dalam satu dekade ke depan, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar total 69,5 gigawatt (GW).

Baca juga:  Ambisi Besar Prabowo 100% Listrik Indonesia Berasal dari Energi Bersih 2035, Pakar Ingatkan hal Ini

Dari total kapasitas tersebut, mayoritas pembangkit akan berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 42,6 GW. Sisanya didukung oleh sistem penyimpanan energi (energy storage) sebesar 10,3 GW, sementara pembangkit berbasis fosil masih mengambil porsi 16,6 GW.

Secara rinci, komposisi bauran energi hijau yang akan dibangun meliputi:

  • Tenaga Surya (PLTS): 17,1 GW
  • Tenaga Air (PLTA): 11,7 GW
  • Tenaga Bayu/Angin (PLTB): 7,2 GW
  • Panas Bumi (PLTP): 5,2 GW
  • Bioenergi: 0,9 GW
  • Tenaga Nuklir (PLTN): 0,5 GW.

Untuk mendukung keandalan pasokan, sistem penyimpanan energi sebesar 10,3 GW akan dibagi menjadi PLTA pumped storage (4,3 GW) dan teknologi baterai (6,0 GW). Sementara itu, pembangkit fosil baru akan terdiri dari pembangkit gas (10,3 GW) dan batubara (6,3 GW).

Baca juga:  AKBP Bintoro: Kasus Pembunuhan Jerat Anak Bos Prodia Sudah P21

Tantangan Investasi dan Dukungan Regulasi

Transisi energi RI berpotensi ciptakan 1,7 juta green jobs, Eddy Soeparno ungkap target EBT & investasi Rp3.400 T demi ekonomi hijau. (Foto: Facebook.com/MohEddySoeparno

Eddy menegaskan bahwa dominasi EBT dalam rencana pembangunan ini adalah momentum bagi Indonesia untuk keluar dari “paradoks energi”—kondisi di mana negara kaya sumber daya alam justru bergantung pada impor energi. Namun, ia mengingatkan realisasi peta jalan ini membutuhkan modal yang fantastis.

“Kebutuhan investasinya memang tidak kecil. Untuk pengembangan selama satu dekade ke depan, dibutuhkan dana hampir US$ 190 miliar atau setara Rp 3.400 triliun,” jelasnya.

Guna menarik investasi dan mempercepat transformasi tersebut, pemerintah telah menerbitkan payung hukum baru, yakni Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Ekonomi Karbon. Regulasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem investasi hijau, meningkatkan kapasitas SDM, serta menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.*

Editor : Konradus Fedhu

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
Langkah Indonesia beralih ke energi terbarukan diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus memulihkan lingkungan. Dengan membangun ekosistem industri hijau, program ini berpotensi menyerap hingga 1,7 juta tenaga kerja. Menurut Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, transisi ke energi bersih akan memberikan efek pengganda pada ekonomi nasional, khususnya dalam mendorong geliat sektor manufaktur nasional yang mampu menyerap banyak pegawai.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB