Metrosir, Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa mulai 1 Februari 2025, agen resmi Pertamina tidak lagi diperbolehkan menjual LPG 3 Kilo Gram (Kg) kepada pengecer.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penataan distribusi LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran. Selain itu, harga yang diterima masyarakat diharapkan sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Ini kita kan lagi menata. Bagaimana harga yang diterima oleh masyarakat bisa sesuai dengan batasan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi yang pengecer, justru kita jadikan pangkalan. Itu ada formal untuk mereka mendaftarkan nomor induk berusaha terlebih dulu,” kata Yuliot di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (31/1/2025).

Kalau beli banyak itu ada maksud lain ini. Nah ini yang kita tata, supaya LPG ini betul-betul tepat sasaran. Kalau yang untuk LPG industri, ya pakai lah LPG industri. Jangan pakai LPG 3 kilogram, karena 3 kilogram itu kan subsidi pemerintah,” ujarnya ditemui di Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya menggalakkan strategi untuk menekan impor LPG di Indonesia. Salah satunya melalui pengoptimalan penggunaan gas bumi dalam negeri.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa prioritas pemanfaatan gas domestik dilakukan dengan melakukan integrasi pipa transmisi gas bumi dari Pulau Sumatera hingga pulau Jawa.
“Prioritas gas domestik dilakukan dengan integrasi pipa gas sepanjang Sumatera, dan integrasi Sumatera-Jawa,” kata Yuliot dalam acara Hilir Migas Conference, Expo & Awards 2024, Kamis (12/12/2024).
Menurut dia, pipa transmisi yang menghubungkan pulau Sumatera dengan pulau Jawa dilakukan guna menyalurkan potensi gas bumi yang berasal dari Wilayah Kerja (WK)Agung dan WK Andaman Aceh. Terutama untuk dimanfaatkan di Jawa dan Sumatera.
Yuliot menilai, integrasi pipa gas dari Sumatera ke Jawa dilakukan antara lain melalui investasi pembangunan dua jalur transmisi yang belum tersambung, yaitu Cirebon-Semarang dan Dumai-Sei Mangkei.
“Manfaat dari pembangunan pipa gas bumi ini antara lain adalah mendukung harga gas yang lebih terjangkau dengan toll fee yang lebih rendah, memenuhi kebutuhan gas untuk industri, pembangkit listrik, komersil & rumah tangga, serta mendukung Program Jargas,” ujarnya.

Langkanya Gas LPG 3 kg mengakibatkan terjadinya antrean di setiap pangkalan Gas LPG dimanapun yang saat ini masih mempunyai sisa stok sebelum pemberlakuan kelangkaan itu terjadi, sehingga para pangkalan yang masih mempunyai stok hanya bisa menjual barang sisaannya saja.
Sumber Berita: CNBC









