ESDM Targetkan Aturan PLTSa Rampung, Tarif Listrik Capai Rp 3.291 per kWh

Jumat, 12 September 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian ESDM proyeksikan tarif listrik PLTSa capai US$ 20 sen per kWh, biaya sudah termasuk tipping fee, PLN jadi offtaker utama. (Dok. BPPT)

Kementerian ESDM proyeksikan tarif listrik PLTSa capai US$ 20 sen per kWh, biaya sudah termasuk tipping fee, PLN jadi offtaker utama. (Dok. BPPT)

Metrosiar – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan tarif listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dijual kepada PT PLN (Persero) dapat mencapai US$ 20 sen per kilo Watt hour (kWh).

Angka tersebut sudah memperhitungkan biaya tambahan pengelolaan sampah atau tipping fee.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, tarif dasar listrik PLTSa sebetulnya berada di kisaran US$ 13 sen per kWh.

Namun, dengan tambahan tipping fee, nilainya naik menjadi sekitar US$ 20 sen per kWh atau setara Rp 3.291,4 per kWh dengan asumsi kurs Rp 16.457 per dolar AS.

“Banyak pemerintah daerah yang tidak mampu menyediakan tipping fee karena keterbatasan ruang fiskal. Karena itu, harga jual ke PLN sudah termasuk tipping fee, sekitar 20 sen dolar per kWh,” ungkap Yuliot di Jakarta, Kamis (11/9/25).

Baca Juga :  Awas! Sumur Bor tanpa izin bisa dipidana, masyarakat perlu tau ketentuannya

Ia menambahkan, aturan terkait pemanfaatan sampah menjadi energi listrik melalui PLTSa ditargetkan rampung bulan ini.

Regulasi tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres), dengan PLN ditunjuk sebagai offtaker untuk membeli listrik dari PLTSa.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/8/25), bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya percepatan program waste to energy.

“Proses administrasi yang semula enam bulan dipangkas menjadi tiga bulan agar target penyelesaian proyek dalam 18 bulan bisa tercapai,” demikian disampaikan melalui akun Instagram resmi Sekretaris Kabinet, Selasa (26/8/25).

Baca Juga :  Menkeu Purbaya soal Cukai Rokok: Kebijakan Aneh dan Tanpa Arah hingga Dampak Pengangguran Akibat Upaya Kecilkan Konsumsi Rokok

Selain soal PLTSa, rapat terbatas juga membahas perkembangan program koperasi desa serta program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan target 1,3 juta ton.

Mengacu pada data Kementerian ESDM, terdapat 30 kota besar prioritas yang disiapkan untuk mengembangkan PLTSa dengan potensi produksi listrik sekitar 20 MW per kota.

Sebagai perbandingan, tarif listrik PLN untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi saat ini rata-rata berada di kisaran Rp 1.444,70 hingga Rp 1.699,53 per kWh.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Berita Terkait

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu
Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Mahfuz Sidik Dorong Aliansi Baru Timur Tengah untuk Hapus Hegemoni Amerika
Berita ini 25 kali dibaca
Kementerian ESDM memproyeksikan tarif listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) mencapai US$ 20 sen per kWh, termasuk biaya tipping fee. Aturan terkait pemanfaatan sampah menjadi energi akan segera rampung melalui Perpres, dengan PLN sebagai offtaker utama. Program ini ditargetkan berjalan di 30 kota besar dengan potensi listrik 20 MW per kota.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Rabu, 1 April 2026 - 17:46 WIB

Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:32 WIB

Lebaran Betawi 2026 lebih beda, Semua Orang Bakal Berkumpul di Lapangan Banteng.

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB