Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Kembali Mencuat, Rocky Gerung: Reformasi Harus Diulangi

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang merespons tentang isu reshuffle kabinet. (Instagram.com/bahlillahadalia)

Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang merespons tentang isu reshuffle kabinet. (Instagram.com/bahlillahadalia)

Metrosiar – Isu mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menjadi sorotan publik. Pengamat politik Rocky Gerung menilai semangat reformasi 1998 bukan hanya perlu dikenang, melainkan harus dihidupkan kembali melalui perubahan konkret dalam pemerintahan.

Dalam acara peringatan reformasi 1998 yang digelar di Jakarta Selatan pada Rabu (21/5/25), Rocky menyampaikan pandangannya secara tegas.

“Tugas presiden mengganti mereka yang tidak bicara tentang sosialis dan itu namanya perubahan paradigma baru,” ujar Rocky Gerung.

Baca juga:  Ivan Ahda Beberkan 3 Jurus Ampuh Ubah Kebijakan Publik Lewat Kekuatan Alumni UI

Ia menambahkan bahwa momen ini bisa menjadi kesempatan untuk mengulang semangat reformasi, bukan sekadar memperingatinya.

“Jadi sekali lagi ada kesempatan bagi kita untuk mengulangi energi reformasi, kita ingin bukan memperingati reformasi, tapi mengulangi reformasi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait mencuatnya isu reshuffle kabinet, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan segala bentuk perubahan dalam susunan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

Baca juga:  Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

“Kewenangan semua itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (22/5/25).

Bahlil juga mengingatkan agar semua pihak tetap berada dalam batas kewenangannya masing-masing dan tidak berspekulasi.

“Kita itu jangan berpikir bertindak melewati batas kewenangan,” ujarnya.

Hingga kini, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan pernyataan resmi terkait isu reshuffle kabinet ini.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Anis Matta Bongkar Strategi Gelora Menuju 2029
Berita ini 29 kali dibaca
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih mencuat, Rocky Gerung serukan ulangi reformasi 1998. Bahlil tegaskan itu hak prerogatif Presiden.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Berita Terbaru