Jakarta, Metrosiar – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan generasi muda melalui strategi menyeluruh yang tak hanya menitikberatkan penindakan, tetapi juga pencegahan dan pemulihan yang humanis. Di bawah kepemimpinan Suyudi Ario Seto, BNN mengusung konsep Pemulihan Generasi dan Perang Semesta Narkotika sebagai arah kebijakan nasional pemberantasan narkoba.

Pendekatan ini menempatkan anak dan remaja sebagai fokus utama kebijakan. Salah satu wujud nyatanya adalah program unggulan Ananda Bersinar, yang mengedepankan edukasi sejak dini, penguatan peran keluarga, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan hidup sebagai benteng awal mencegah penyalahgunaan narkoba.
Di sisi lain, BNN tetap menunjukkan ketegasan dalam penindakan hukum. Sejumlah kasus besar berhasil diungkap, mulai dari penyitaan dua ton sabu di Batam, pembongkaran laboratorium narkoba (clandestine lab) di Tangerang, hingga operasi pemulihan kawasan rawan narkoba di berbagai wilayah Indonesia.

Upaya membentengi generasi muda juga diperkuat melalui inovasi berkelanjutan. Salah satunya Program rehabilitasi keliling Re-Link yang telah berjalan di 10 provinsi prioritas dengan melibatkan 1.429 agen pemulihan. Selain itu, BNN terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Call Center 184, Tim Pelayanan Terpadu, serta pengembangan Desa Bersinar sebagai basis pencegahan berbasis komunitas.
Beragam terobosan tersebut menegaskan peran BNN bukan semata sebagai penegak hukum, tetapi juga lembaga pelayanan publik yang responsif. Di tingkat global, BNN turut membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan melalui keaktifan dalam forum internasional seperti ISSUP dan Commission on Narcotic Drugs (CND).
Melalui pendekatan terpadu di bidang penindakan, pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta kerja sama internasional, BNN menegaskan komitmennya membangun Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) menuju 2045 dengan membentengi generasi penerus bangsa dari ancaman narkoba.










