Terkait Judi Sabung Ayam di Lampung TNI Tembak Mati 3 Polisi, Kapolri Minta Masyarakat Menunggu

Jumat, 21 Maret 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Istimewa)

Potret Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Istimewa)

Metrosiar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi tanggapan terkait dugaan keterlibatan polisi dalam judi sabung ayam yang kini ramai dibicarakan publik.

Dugaan tersebut terungkap pasca insiden penggerebekan judi sabung ayam yang menewaskan tiga anggota polisi di Lampung.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri meminta publik untuk menunggu hasil kerja tim yang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Di jaman medsos dan AI (artificial intelligence) seperti sekarang, lebih baik kita tunggu tim yang bekerja dan pasti akan dituntaskan,” kata Listyo Sigit saat dikutip pada Kamis (20/3/2025).

Ia menyarankan agar publik tidak terburu-buru dalam menilai kasus tersebut sebelum ada hasil penyelidikan yang jelas.

Penembakan oleh Oknum TNI Saat Penggerebekan Judi Sabung Ayam

Seperti yang diketahui, pada Senin, 17 Maret 2025, terjadi insiden penembakan oleh dua oknum TNI terhadap tiga anggota polisi yang sedang menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Tiga anggota polisi yang tewas dalam kejadian tersebut adalah Inspektur Satu (Iptu) Lusiyanto, Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Apriyanto, dan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta.

Ternyata, kedua oknum TNI yang diduga terlibat dalam penembakan ini, yaitu Peltu Lubis sebagai Dansubramil Negara Batin, dan Kopka Basarsyah, anggota Subramil Negara Batin, sudah ditahan di Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Mako Kodim 0427/Way Kanan.

Baca Juga :  Kapolri Sesalkan Dugaan Kekerasan Ajudan Terhadap Pewarta Foto di Semarang

Dugaan Keterlibatan Polisi dalam Setoran Judi Sabung Ayam

Dugaan keterlibatan polisi dalam judi sabung ayam mencuat setelah adanya informasi mengenai setoran yang diduga diminta oleh Polsek Negara Batin.

Dugaan ini pertama kali muncul melalui unggahan di media sosial TikTok oleh akun satr1a6_, yang menyebut Polsek Negara Batin telah meminta tambahan jatah setoran dari judi sabung ayam.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengungkapkan dirinya sudah mengetahui isu tersebut dari unggahan di media sosial.

Menurut Eko, berdasarkan keterangan dua anggota TNI yang terlibat, pihak Polsek Negara Batin, termasuk almarhum Lusiyanto, dan pejabat Pos Ramil Negara Batin, Peltu Lubis, memiliki hubungan yang sangat baik.

Kedua pihak rutin berinteraksi dan saling mendukung, serta mengetahui tren judi sabung ayam di wilayah tersebut.

Eko juga menjelaskan meskipun kedua pihak sebelumnya bekerja sama dengan baik, belakangan ini terjadi komunikasi yang tidak baik antara pejabat Polsek Negara Batin dan pejabat Pos Ramil Negara Batin, yang diduga memicu peristiwa penembakan tersebut.

Baca Juga :  Merah Putih Membungkus Tebing Gunung Masigit, Bandung Barat, Laskar Merah Putih Hadirkan nyala api Nasionalisme di HUT ke-80 RI

“Info ini jadi bagian yang sedang diinvestigasi dan kita sedang menunggu hasil investigasi tersebut,” ujar Eko.

Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan polisi dalam meminta jatah setoran judi sabung ayam, Eko tidak memberikan jawaban tegas.

“Tidak ada sabung ayam yang tidak ada taruhannya. Judulnya saja judi sabung ayam. Otomatis ada profitnya dong. Logikanya, kemungkinan ada kesepakatan di antara kedua pihak (kepolisian dan TNI),” kata Eko.

Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Yogi Muhamanto, juga menyatakan hubungan antara Kapolsek Negara Batin, Ajun Komisaris Anumerta Lusiyanto, dan Komandan Pos Ramil Negara Batin, Peltu Lubis, sangat baik.

Keduanya disebut mengetahui adanya praktik judi sabung ayam di wilayah mereka, dengan Lusiyanto bahkan mengizinkan Peltu Lubis untuk menyelenggarakan gelanggang sabung ayam, dengan syarat “aman,” yang dimaksudkan sebagai setoran uang.

Yogi menambahkan kemungkinan ada komunikasi yang tidak pas antara Peltu Lubis dan Lusiyanto menjelang insiden penembakan tersebut.

“Komunikasi yang tidak baik itu yang akhirnya memicu insiden yang tidak diinginkan tersebut,” ujarnya.(*)

Editor : Konrad Pedhu

Sumber Berita: Kompas.com

Berita Terkait

Pengamanan Super Ketat! Haul Syeikh Nawawi Al Bantani ke-133 Berlangsung Aman dan Khidmat
Camat Kemiri Pimpin Pembukaan Pengajian Malam Jumat, Tekankan Kebersamaan dan Integritas”
PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Raih Peringkat Beyond Compliance Pada Ajang Pengelolaan Lingkungan PROPER 2025
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:48 WIB

Pengamanan Super Ketat! Haul Syeikh Nawawi Al Bantani ke-133 Berlangsung Aman dan Khidmat

Kamis, 16 April 2026 - 22:03 WIB

Camat Kemiri Pimpin Pembukaan Pengajian Malam Jumat, Tekankan Kebersamaan dan Integritas”

Kamis, 16 April 2026 - 12:04 WIB

PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Raih Peringkat Beyond Compliance Pada Ajang Pengelolaan Lingkungan PROPER 2025

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Rabu, 15 April 2026 - 07:27 WIB

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB