Investasi di Ngada, Manajemen PT. BIS Bawa Misi Baru Jajaki Petani Kemiri Sunan

Avatar photo

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur PT. BIS, Veri Yonefi. (Elfrat Frans Dhena).

Direktur PT. BIS, Veri Yonefi. (Elfrat Frans Dhena).

Metrosiar.Ngada- Setelah lama ditinggalkan, PT. Bumiampo Investama Sejahtera (BIS) kembali menjajaki petani kemiri sunan di Kabupaten Ngada untuk berinvestasi.

Kali ini PT yang telah memiliki manajemen baru dibawah kepemilikan salah satu pengusaha ternama dari Singapura ini membawa misi baru bagi warga setempat.

Dalam sosialisasinya kepada para pemilik lahan yang juga adalah petani kemiri di kampung Wolokuku, Desa Lari Laki, Kecamatan Wolomeze, Jumat (24/10/25), Direktur PT. BIS, Veri Yonefi menjelaskan bahwa sejak September 2024 PT. BIS dan PT. BAS sudah diambil alih manajemennya oleh pihak Singapura sebagai owner atau pemilik.

Pria yang akrab disapa Veri ini mengungkapkan keprihatinannya pada kondisi masyarakat setempat yang sudah dikecewakan oleh manajemen lama yang dinilai begitu semangat dan antusias, namun setelah itu dibiarkan begitu saja tanpa adanya kelanjutan.

Terhadap situasi yang dialami warga itu, pihaknya yang saat ini hadir dengan manajemen baru ingin melanjutkan investasi kemiri sunan seluas 74 hektar di daerah tersebut dengan pola kemitraan antara perusahaan dan pemilik lahan.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah Bersubsidi untuk Wartawan, Penyerahan Perdana 6 Mei 2025

 

“Secara hukum, yang namanya kemitraan itu posisinya sama. tidak ada atasan, tidak ada bawahan,” tukasnya.

Veri menegaskan, mitra yang dimaksudkan adalah, warga sebagai pemilik lahan, sementara perusahaan sebagai pemilik tanaman.

Dia menambahkan, jika warga ingin memperluas lahan dari yang ada saat ini, maka pihak perusahaan akan meresponnya, tergantung kesepakatan bersama. Sebab kata Veri, hal tersebut tidak ada paksaan ataupun intimidasi dari pihak manapun. Sesungguhnya yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah lahan-lahan yang tidak produktif atau yang disebut sebagai lahan tidur, tandas dia.

Menariknya dari investasi dengan pola kemitraan ini tutur Veri, petani selaku pemilik lahan diberikan ruang untuk merawat hingga panen, sementara pihak perusahaan yang akan membiayainya, mular dari pembukaan jalan menuju lokasi tanaman, pembersihan lahan, pemupukan, bahkan hingga panen. Hasil panen yang didapatkan petani tersebut kemudian akan dijual kepada pihak perusahaan, tentunya dengan harga yang wajar pula.

Baca juga:  Sampah Menggunung di Pasar, Aktivitas Lumpuh Ada Apa di Sudu?

Meski demikian, Veri Yonefi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memaksa para pemilik lahan untuk bermitra, namun mengajak agar bisa memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat setempat.

“Sekali lagi saya tekankan bahwa, kami tidak memaksa bapak/ibu selaku pemilik lahan untuk bermitra, namun jadikanlah ini sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi. Mari kita lewati proses ini dengan kesepakatan bersama,” ucapnya.

Senada dengan Veri, Koordinator Proyek Planpation Indonesia (COO), Anharuddin mengatakan, investasi dengan pola kemitraan ini sesungguhnya tidak menguntungkan salah satu pihak.

Sebagai pengusaha suskses yang menangani 3 (tiga) perusahaan besar di Indonesia, pria asal Aceh ini menggambarkan bagaimana investasi yang saling menguntungkan dengan pola kemitraan.

Ia pun mengajak para pemilik lahan untuk berdiskusi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan yang nantinya akan dituangkan dalam kontrak kerjasama sembari memastikan dan meyakinkan bahwa investasi ini merupakan peluang bagi para pemilik lahan untuk bangkit menuju kesejahteraan yang diharapkan bersama.*

Penulis : Elfrat Dhena

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 122 kali dibaca
Kali ini PT yang telah memiliki manajemen baru dibawah kepemilikan salah satu pengusaha ternama dari Singapura ini membawa misi baru bagi warga setempat. Pria yang akrab disapa Veri ini mengungkapkan keprihatinannya pada kondisi masyarakat setempat yang sudah dikecewakan oleh manajemen lama yang dinilai begitu semangat dan antusias, namun setelah itu dibiarkan begitu saja tanpa adanya kelanjutan.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB