Metrosiar – Sejak pagi, pusat perbelanjaan Mega Mall di Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir.
Para pedagang masih berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka hingga sore hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa pedagang keluar masuk gedung melalui satu-satunya akses yang dibuka, yakni pintu Walet.
Dengan kondisi tubuh basah kuyup, mereka mengangkut barang dagangan seadanya menggunakan ember, plastik kresek, dan troli.
Banyak barang yang berhasil diselamatkan dalam keadaan basah dan tidak tertata rapi.
Kesaksian Pedagang yang Terkena Dampak
Sri, seorang penjaga toko busana muslim, hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil barang dagangannya karena air masuk secara tiba-tiba dan cepat.
Ia yang saat itu sedang berjaga bersama rekannya tidak mampu menahan derasnya arus air.
“Basah semua barang pajangan. Ada yang hanyut, sebagian bisa diselamatkan, sebagian lagi tidak. Barang seperti patung dan rak tidak bisa kami selamatkan. Kalau stok barang baru, tadi sempat kami coba amankan,” ujar Sri.
Toko tempat Sri bekerja berada di lantai dasar, yang menjadi area utama terendam banjir. Ia dan rekannya hanya bisa duduk di selasar pusat perbelanjaan setelah berjuang menyelamatkan barang.
“Sekitar jam sembilan pagi air mulai masuk. Kami saat itu baru bersiap membuka toko. Awalnya tidak sadar, sampai ada pedagang lain yang berteriak banjir,” ungkapnya.
Sri mengaku panik karena tidak menyangka akan menghadapi banjir besar saat hanya berdua menjaga toko.
“Nggak kebayang bakal banjir. Panik banget, apalagi kami cuma berdua, sedangkan toko itu panjang dan harus dibereskan semuanya,” tambahnya.
Banjir yang terjadi secara tiba-tiba ini menghambat aktivitas perdagangan dan menyebabkan kerugian bagi banyak pedagang. Hingga kini, proses evakuasi barang masih terus berlangsung.(*)










