Metrosiar – Pemerintah Kabupten (Pemkab) Ngada secara resmi mencanangkan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih.
Sekda Ngada, Yohanes C. Watu Ngebu yang akrab disapa Joni Watu mengingatkan kepada seluruh ASN lingkup Pemda Ngada untuk menjadi pelopor dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah masing-masing.
Hal ini dikatakan Joni Watu ketika menjadi Inspektur Upacara dalam apel pagi bersama seluruh ASN lingkup Pemda Ngada, Senin (11/8/25), di Lapangan Kartini Bajawa, Ibu Kota Ngada.
Pantauan media, pencanangan yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis Bendera Merah Putih oleh Penjabat Sekda Ngada kepada 5 (lima) Camat yakni, Camat Bajawa, Camat Riung Barat, Camat Inerie, Camat Golewa Selatan dan Camat Golewa Barat ini berlangsung hikmat.

Pj Sekda Ngada canangkan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih, ajak ASN jadi pelopor kibarkan bendera demi semangat nasionalisme. (Foto: Frans Dhena)
“Saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi pelopor dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah masing-masing,” tegasnya ketika membaca sambutan Bupati Ngada, Raymundus Bena.
Kepada para Camat Joni Watu memastikan agar seluruh masyarakat melaksanakan kegiatan ini sebagai wujud nyata rasa cinta tanah air.
Menurut Joni Watu, pencanangan ini bukan sekedar simbol, tetapi sebuah gerakan nyata untuk membangkitkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kesbangpol Ngada yang telah menindaklanjuti Surat Kementerian Dalam Negeri dan Surat Bupati Ngada terkait gerakan ini.

Pj Sekda Ngada canangkan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih, ajak ASN jadi pelopor kibarkan bendera demi semangat nasionalisme. (Foto: Frans Dhena)
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kesbangpol yang telah menindaklanjuti Surat Kementerian Dalam Negeri dan Surat Bupati Ngada terkait gerakan ini,” ungkap Joni Watu membacakan sambutan Bupati Ngada.
Dengan gerakan ini tambah Joni Watu, diharapkan seluruh lapisan masyarakat Ngada merasa terpanggil untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, untuk merayakan kemerdekaan dengan rasa bangga.*
Editor : Frans Dhena










