Polda Metro Jaya Periksa Ahli Forensik Digital dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

Avatar photo

Selasa, 27 Mei 2025 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli forensik digital Rismon Sianipar. (YouTube.com/LangkahUpdate)

Ahli forensik digital Rismon Sianipar. (YouTube.com/LangkahUpdate)

Metrosiar – Polda Metro Jaya pada Senin (26/5/25), memeriksa ahli forensik digital, Rismon Sianipar, sebagai saksi dalam kasus tuduhan ijazah palsu yang menyeret Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan terkait laporan yang diterima sejak 30 April 2025 lalu.

Setelah menjalani pemeriksaan, Rismon mengungkapkan tim penyidik banyak menanyakan mengenai metode ilmiah yang ia gunakan dalam analisis digital yang menjadi fokus kajiannya.

“Saya tadi ditanyakan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan metode-metode ilmiah yang saya kaji,” ujar Rismon kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Baca juga:  Kepercayaan Dibalas Penipuan, Petani Padi di Kemiri Jadi Korban Pembeli Gabah yang Menghilang Bak Ditelan Bumi

Rismon menyampaikan dirinya menghadapi total 97 pertanyaan dari penyidik. Namun, ia mengaku ada beberapa pertanyaan yang sengaja tidak dijawab karena berkaitan dengan aspek teknis yang sensitif.

“Bagaimana saya mengkaji secara ilmiah, secara teliti, berkaitan dengan lembar pengesahan Pak Jokowi, yang saya dapatkan dari UGM maupun dari ijazah yang di-upload oleh saudara Dian Sandi,” ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut, ahli forensik digital ini menambahkan pemeriksaan tersebut juga mencakup pertanyaan terkait aktivitas dan konten yang ia unggah di media sosial.

Baca juga:  Tidak Lagi Menggubris Ketua Umum PDI-P, Puan Maharani akan Hadiri Retret Kepala Daerah Hari ini

“Terkait dengan akun X saya juga, akun X @sianiparrismon, dan akun diskusi saya dengan Pak Roy Suryo di diskursus network, berikut juga dengan video saya di akun Bali G, akun YouTube, Bali G Akademi,” ungkapnya.

Rismon menjelaskan dalam akun-akun tersebut ia mengkaji dan menganalisis lembar pengesahan serta skripsi Presiden Jokowi dengan menggunakan algoritma dan metode tertentu.

“Di mana saya mengkaji, menganalisa lembar pengesahan dan skripsi Pak Joko Widodo, terkait dengan algoritma yang saya gunakan, metode-metode. Jadi saya terangkan sedikit yang dibutuhkan,” pungkasnya.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Kalemdiklat Polri Beri Penghargaan kepada Kapolres Ngada, Dedikasi Tangani Pascagempa Flores Jadi Sorotan
Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap
Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan
Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
Berita ini 22 kali dibaca
Polda Metro Jaya memeriksa ahli forensik digital Rismon Sianipar terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi. Dalam pemeriksaan, Rismon mengungkapkan bahwa ia ditanya soal metode ilmiah yang digunakan untuk menganalisis dokumen, serta konten yang diunggah di media sosial dan platform diskusi. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang masuk pada akhir April 2025 dan menjadi bagian penting dalam penyelidikan dugaan pemalsuan dokumen akademik.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:51 WIB