Metrosiar – Banjir yang melanda Jalan Arya Kemuning, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, tak kunjung surut sejak lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan keresahan warga dan pengguna jalan yang terpaksa mencari jalur alternatif akibat genangan air yang tak kunjung mengering.
Menurut penuturan warga setempat, saat hujan deras turun, tinggi genangan air di jalan tersebut dapat mencapai lebih dari 1 meter. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua dan roda empat tak mampu melintas, bahkan menyebabkan kemacetan dan rawan kecelakaan.
Tak hanya saat musim hujan, genangan air setinggi 30 hingga 50 cm juga kerap terjadi saat musim panas akibat buruknya sistem drainase di kedua sisi jalan. Air yang tergenang membuat permukaan jalan licin, berlendir, dan ditumbuhi lumut sehingga membahayakan pengendara.
Akibat kondisi ini, netizen pun menjuluki titik banjir tersebut sebagai “Danau Arya Kemuning”, sebuah sindiran terhadap lambannya penanganan banjir oleh pihak berwenang. Warga mengaku sudah lelah melapor, namun hingga kini belum ada solusi nyata yang diterapkan.
Dahulu, Jalan Arya Kemuning merupakan jalur alternatif vital bagi masyarakat yang hendak melintasi kawasan Periuk. Namun kini, jalan tersebut nyaris mati total. Hanya kendaraan dengan ground clearance tinggi yang berani melintas, sementara motor dan mobil kecil terpaksa memutar arah.
Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan untuk membenahi infrastruktur dan sistem drainase agar jalan ini kembali bisa digunakan seperti sediakala.










