DKHH Jadi Emiten Kesehatan Pertama di 2025, Ini Strategi Ekspansinya

Kamis, 8 Mei 2025 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Cibadak ke BEI: Perjalanan PT Cipta Sarana Medika (DKHH) Menjadi Emiten Kesehatan (Foto: unsplash.com/@rubensukatendel)

Dari Cibadak ke BEI: Perjalanan PT Cipta Sarana Medika (DKHH) Menjadi Emiten Kesehatan (Foto: unsplash.com/@rubensukatendel)

Metrosiar – PT Cipta Sarana Medika Tbk (kode emiten: DKHH) resmi melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, pada Kamis, 8 Mei 2025.

Saham DKHH langsung mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 34,85% pada menit pertama perdagangan (pukul 09.01 WIB), menyentuh level Rp178 dari harga awal penawaran Rp132 per saham.

Kenaikan tajam ini memicu auto reject atas (ARA), menandakan antusiasme pasar yang tinggi terhadap saham perusahaan kesehatan ini.

DKHH tercatat sebagai emiten ke-14 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Satria Muhammad Wilis, Direktur Utama DKHH, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan investor.

“Pencatatan saham ini bukanlah garis finis, melainkan awal baru bagi kami. Dengan dukungan pemegang saham, kami akan memperluas layanan kesehatan berkualitas, khususnya di daerah yang masih kekurangan akses, sekaligus terus memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” tegasnya dalam Seremoni Pencatatan Perdana Saham DKHH.

Baca Juga :  Masalah adalah Peluang: Cara Pengusaha Tangguh Mengubah Tantangan Menjadi Keberhasilan

Strategi Ekspansi Pasca-IPO dan Komitmen terhadap Layanan Kesehatan

Pasca-IPO, DKHH berencana memperkuat infrastruktur kesehatan, terutama di daerah underserved.

“Kami akan fokus pada peningkatan kapasitas, pembangunan Centre of Excellence, serta pengembangan layanan spesialis agar masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar,” jelas Satria.

Dalam penawaran perdana ini, DKHH melepas 530 juta saham (20,78% dari total modal), mengumpulkan dana segar Rp69,90 miliar. Alokasi dananya meliputi:

  • Rp40,76 miliar untuk pembangunan gedung 5 lantai di sekitar RS DKH Cibadak, meliputi poliklinik, rawat inap eksekutif, dan kelas standar (KRIS).
  • Rp3,62 miliar untuk belanja modal, termasuk CT-Scan dan peralatan medis lainnya.
  • Rp612 juta untuk renovasi fasilitas rumah sakit eksisting.

Prospek Cerah Industri Rumah Sakit dan Dukungan JKN

Manajemen DKHH optimis dengan pertumbuhan industri rumah sakit, didorong oleh ekspansi program JKN dan meningkatnya permintaan asuransi kesehatan swasta. Saat ini, DKH Hospital Group melayani pasien melalui BPJS Kesehatan maupun asuransi komersial.

Baca Juga :  Kelapa Mentah Cuma Rp26 Triliun, Hilirisasi Bisa Meledak Jadi Rp2.600 Triliun, Mentan Amran Bongkar Rahasianya

Tentang DKHH

PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) merupakan jaringan rumah sakit yang didirikan oleh keluarga Umar Wirahadikusumah (Wakil Presiden RI 1983–1988). Dimulai dengan RS Kartika Cibadak (2014, kini RS DKH Cibadak), grup ini berekspansi dengan mengakuisisi:

  1. RS As Shofwan (2022, berganti nama menjadi RS DKH Kedungwaringin).
  2. RS Kasih Insani (2023, kini RS DKH Sukatani).

Dengan lini bisnis yang terus berkembang, DKHH siap memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Berita Terkait

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Ubah Beban Jadi Aset Melalui Strategi Monetisasi Emisi Karbon di Seminar Nasional ATKARBONIST
Gandeng Atkarbonist, Sucofindo Dorong Monetisasi Karbon di Seminar Nasional Perbanas
Danantara Targetkan Groundbreaking Proyek WtE pada Kuartal II-2026
Berita ini 20 kali dibaca
PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) Resmi Go Public dengan Saham Melonjak 34% – Ini Strategi Ekspansi dan Prospeknya PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) sukses melakukan penawaran perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan saham langsung melonjak 34% pada hari pertama perdagangan, mencapai Rp178 dari harga awal Rp132. Kenaikan ini memicu auto reject atas (ARA), menunjukkan antusiasme pasar terhadap emiten kesehatan ini. Rencana Ekspansi: Dana hasil IPO senilai Rp69,9 miliar akan dialokasikan untuk: • Pembangunan gedung 5 lantai di RS DKH Cibadak (poliklinik & rawat inap) • Pengadaan CT-Scan dan alat medis canggih • Renovasi fasilitas rumah sakit eksisting Prospek Industri: DKHH optimis pertumbuhan pasar didorong oleh: • Ekspansi JKN-KIS dan asuransi kesehatan swasta • Kebutuhan layanan kesehatan di daerah underserved • Portofolio 3 rumah sakit (Cibadak, Kedungwaringin, Sukatani) Dengan strategi ini, DKHH siap menjadi pemain kunci di industri rumah sakit Indonesia. #InvestasiKesehatan #SahamDKHH

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:07 WIB

Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:25 WIB

Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:16 WIB

Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!

Senin, 16 Februari 2026 - 14:00 WIB

Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB