Jantung Ibu Kota Di masa Lampau, Ini dia Sejarah Kota Tua Jakarta

Avatar photo

Senin, 7 April 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret sore hari di Kota Tua Jakarta (Rizky/Metrosiar)

Potret sore hari di Kota Tua Jakarta (Rizky/Metrosiar)

 

Metrosiar – Kota Tua Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di ibu kota yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Kawasan ini menyimpan kisah menarik seputar asal-usul Jakarta, dengan banyak bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh sejak masa lampau.

Sejarah Kota Tua Jakarta menjadi topik yang menarik karena mengandung banyak pelajaran berharga.

Berkunjung ke kawasan ini tak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pengalaman edukatif.

Mengutip dari buku Wisata Kota Tua Jakarta, kawasan ini tak hanya dikenal sebagai tempat bersejarah, tetapi juga dikembangkan sebagai lokasi rekreasi budaya yang patut dikunjungi.

Bagi Anda yang ingin menjelajahi Kota Tua Jakarta, berikut ulasan lengkapnya.

Kota Tua, atau yang dahulu dikenal sebagai Oud Batavia (Batavia Lama), berawal pada tahun 1526 ketika Kerajaan Demak mengirim panglima Fatahillah untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kelapa.

Baca juga:  Jadikan Kampus Pusat Edukasi dan Informasi Modal, STIPER FB Luncurkan Galeri Investasi Digital BEI

Setelah berhasil merebut wilayah tersebut, namanya diubah menjadi Jayakarta.

Namun pada 1619, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang dalam Bahasa Indonesia berarti Perusahaan Hindia Timur Belanda, di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen menyerang dan menghancurkan Jayakarta.

Setahun kemudian, VOC mendirikan kota baru di atas puing-puing Jayakarta dan menamainya Batavia, sebagai penghormatan terhadap leluhur Belanda, Batavieren.

Pada tahun 1635, Batavia diperluas hingga ke barat Sungai Ciliwung.

Kota ini dirancang dengan sistem pertahanan berupa tembok dan parit di sekelilingnya.

Batavia pun menjadi kantor pusat VOC di kawasan Hindia Timur dan pusat perdagangan Asia. Nama ini digunakan dari 1621 hingga 1942.

Ketika Jepang datang pada 1942, nama Batavia diubah menjadi Jakarta, yang kemudian digunakan hingga kini.

Baca juga:  Pelayanan Puskesmas Kutabumi Diapresiasi Warga.

Saat Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, revitalisasi dan pengembangan Kota Tua mulai digencarkan.

Pada 1972, ia mengeluarkan keputusan gubernur yang menetapkan Kota Tua sebagai situs warisan budaya.

Keputusan ini bertujuan untuk melindungi aset sejarah yang ada, termasuk berbagai bangunan bersejarah yang kini dijadikan museum, seperti Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Museum Mandiri, dan Museum Bank Indonesia.

Sebagai kawasan wisata, Kota Tua Jakarta kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang.

Akses ke lokasi ini pun mudah, bisa menggunakan bus Transjakarta atau KRL Commuter Line.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas penyewaan sepeda untuk menjelajahi area Kota Tua dengan lebih santai dan menyenangkan.(*)

Editor : Rizky M

Sumber Berita: Kumparan.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik
Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio
Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Berita ini 64 kali dibaca
"Sejarah dan perkembangan Kota Tua Jakarta sebagai kawasan wisata budaya dan edukatif yang menyimpan banyak nilai sejarah, mulai dari masa Jayakarta, Batavia, hingga menjadi situs warisan budaya yang dilestarikan hingga kini."

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:47 WIB

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB