Metrosiar – Lagi-lagi, kisah klasik penipuan menimpa seorang petani padi di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Kabupateng Tangerang, Banten.
Amsah, seorang ibu buruh tani yang mengandalkan keringatnya untuk menyambung hidup, harus menelan pil pahit setelah tertipu oleh seorang “tengkulak” bernama IPL bin MN.
Awalnya, si IPL ini datang bak pahlawan kesiangan, menawarkan harga tinggi untuk gabah hasil panen Amsah. Diketahui pelaku merupakan warga Kampung Uncle Rawasaban, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
Tawaran menggiurkan itu sukses membuat Amsah luluh, hingga ia menyerahkan seluruh hasil panennya tanpa curiga. Namun, alih-alih mendapat bayaran, Amsah justru dibiarkan gigit jari.
Tiga bulan berlalu, IPL bin MN menghilang entah ke mana, meninggalkan utang Rp5 juta yang tak kunjung dibayarkan.

Ketua Ormas Pendekar Banten, Kusnadi alias Bokir, pun turut berkomentar, “Kami percaya karena dia berbicara meyakinkan dan mengaku sudah biasa membeli hasil panen dari petani lain.”
Ya, begitulah nasib orang baik—percaya pada janji manis, lalu dikhianati tanpa belas kasihan.
Kini, Amsah masih berusaha mencari si penipu yang entah kabur ke mana.
Warga setempat pun ikut geram dan berharap pihak berwenang turun tangan sebelum ada korban lain yang mengalami hal serupa.
Bagi para petani lain, ini jadi pelajaran mahal: jangan mudah percaya pada embel-embel “tengkulak baik hati” sebelum uang benar-benar ada di tangan.(*)
Sumber Berita: Metrosiar










