Metrosiar – Perkumpulan Jejak Langkah Pendidikan Indonesia (Jalanin) Wilayah Banten sukses menggelar Pelatihan Fasilitator Kehidupan yang bertujuan untuk mengantar Generasi Z dan Generasi Alpha menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Mei 2025, di Le Semar Hotel, Kota Serang, Banten. Sebanyak 40 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Banten ambil bagian dalam pelatihan ini.
Ketua Jalanin Banten, Usep Herius, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan fasilitator kehidupan yang mampu membimbing para remaja menuju kedewasaan secara optimal.
“Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak fasilitator kehidupan yang mampu mendampingi remaja menjadi pribadi dewasa tepat waktu—tidak terlambat dalam mencapai kedewasaan psikologis maupun sosial,” ujar Usep.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan respons terhadap fenomena kemunduran usia dewasa di kalangan generasi muda saat ini, yang terlihat dari belum tuntasnya tanggung jawab pribadi pada banyak remaja.
Sebagai bentuk keseriusan, Jalanin Banten menghadirkan para trainer berpengalaman yang telah lama terlibat dalam dunia pendidikan dan pembinaan remaja. Para fasilitator ini membagikan pengetahuan sekaligus mendorong peserta untuk beradaptasi dengan dinamika zaman.
“Tujuannya agar generasi muda tetap mampu mencapai kedewasaan di tengah tantangan zaman yang terus berubah,” jelas Usep.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat dan antusias tinggi. Menariknya, selama sesi berlangsung, tidak satu pun peserta terlihat menggunakan ponsel, menunjukkan fokus dan kesungguhan mereka dalam menyerap materi.
Peserta juga aktif dalam diskusi kelompok dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh para narasumber.
Salah satu peserta dari Kota Tangerang Selatan, Muhamad Sangaji, mengungkapkan bahwa pelatihan ini telah membuka pandangannya tentang pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa.
“Kegiatan Jalanin Banten membuka mata saya tentang betapa panjang dan bernilainya perjuangan pendidikan di Indonesia, khususnya dari Banten,” ungkap Sangaji.
Ia menambahkan, seluruh materi yang disampaikan mengajarkan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi sarana membentuk karakter dan perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Dari jejak para tokoh, saya belajar bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang penuh makna,” tutupnya.(*)










