Jakarta, Metrosiar – Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam karena dilintasi garis khatulistiwa, sekaligus memiliki risiko bencana alam yang tinggi.
Peristiwa alam yang sering terjadi di akhir tahun menjadi pengingat penting akan keseimbangan alam.
Keprihatinan mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor di berbagai daerah disampaikan oleh AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum organisasi masyarakat Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), dalam sebuah wawancara dengan awak media.
Gus Wal menekankan bahwa bencana alam ini menyimpan pesan penting mengenai perlunya menjaga kelestarian lingkungan.
“Musibah bencana alam yang terjadi di Nusantara ini selalu memberi pesan tentang pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. Banjir dan tanah longsor di negara dengan curah hujan tinggi penyebabnya ulah penebangan hutan secara serampangan,” jelas Gus Wal.
Ia juga menyoroti ironi bahwa korban musibah justru seringkali adalah masyarakat adat yang menjaga tradisi dan alam, bukan para perusak lingkungan maupun pemangku kebijakan yang abai.
“Ini yang sungguh memprihatinkan kita semua,” tambahnya.
Kirab Merah Putih: Aksi Nyata Menjalin Solidaritas
Merefleksikan keprihatinan tersebut, PNIB memutuskan untuk menggelar Kirab Merah Putih sebagai upaya mengembalikan nilai-nilai tradisi, budaya, dan nasionalisme sebagai anak bangsa yang sedang menghadapi musibah.
“Kirab Merah Putih menjadi aksi kongkrit kami, tidak hanya narasi dan kata-kata,” papar Gus Wal.
Kirab yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2025 ini bertujuan untuk menjalin solidaritas dan rasa empati atas bencana alam yang menimpa saudara sebangsa.
“Dukamu duka kami juga, kita bangkit bersama dari musibah. Dan yang terpenting lagi mengambil hikmah, jika tidak ingin musibah datang lagi maka rawatlah alam, lingkungan, budaya dan tradisi,” tegas Gus Wal.
Detail Pelaksanaan dan Semangat Kebangsaan
Kirab Merah Putih PNIB Jakarta akan digelar pada Minggu (14/12/25), dengan rute dimulai dari Gerbang 5 Gelora Bung Karno (GBK) menuju Bundaran HI, dan kembali lagi ke GBK.
Peserta kirab bersama masyarakat akan mengarak kain merah putih sepanjang hampir 500 meter di sepanjang lokasi.
PNIB memastikan kegiatan ini tetap menjaga independensi dan tidak terafiliasi kepentingan politik apa pun.
Kegiatan ini akan membawa semangat gotong royong, menjaga solidaritas, dan menolak intoleransi, radikisme, khilafah, serta terorisme, demi terciptanya Harmoni dalam Bhineka Tunggal Ika.
Gus Wal menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa kirab kebangsaan ini juga didedikasikan dalam rangka Haul ke-16 Bapak Bangsa mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sekaligus menyambut Natalan Nusantara yang aman, damai, dan harmonis di tengah segala perbedaan.*
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Metrosiar










