Metrosiar-Ngada- Demi kelancaran dan suksesnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 oleh jajaran TNI Kodim 1625/Ngada dilaksanakan Ritual Adat Tolak Bala di lokasi Normalisasi Bendungan Panondiwal, Desa Benteng Tawa, Rabu (8/10/25).
Ritual Adat ini dilakukan sebagai upaya bersama antara Pemda Ngada, TNI dan masyarakat setempat untuk memohon kepada para leluhur agar pekerjaan normalisasi bendungan dan pembangunan saluran irigasi di wilayah tersebut dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Pantauan media ini, ritual adat itu dipimpin langsung oleh tokoh adat Benteng Tawa didampingi Kepala Desa Benteng Tawa.
Dalam keterangannya saat ditemui Metrosiar di sela-sela acara pembukaan TMMD, anggota DPRD Ngada Fraksi PDIP yang juga adalah warga Benteng Tawa, Siprianus “Rinus” Ndiwal mengapresiasi pelaksanaan kegiatan TMMD di daerahnya itu.

“Tentu saya berterima kasih kepada pemerintah daerah melalui bupati dan wakil bupati dan juga Dandim 1625/Ngada yang hari ini telah hadir di Benteng Tawa dalam rangka memulai kegiatan TMMD,” ungkapnya, Rabu (8/10/25) di Lindi.
Pria yang akrab disapa Rinus Ndiwal ini mengaku bangga karena kehadiran TNI dan jajaran dalam kegiatan TMMD ini dipastikan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Benteng Tawa.
Ia mengungkapkan bahwa, kegiatan TMMD kali ini difokuskan pada beberapa item pekerjaan proyek fisik yakni: normalisasi bendungan Panondiwal, pengerjaan saluran irigasi di hamparan Punkeo dan pengerjaan saluran irigasi di Lewotepu.
Menurut dia, item-item pekerjaan yang disebutkan itu merupakan persoalan yang selama ini dialami oleh masyarakat di daerah itu.
Rinus Ndiwal menjelaskan, saat ini masyarakat mengalami kesulitan air akibat adanya kerusakan dan patahan pada saluran irigasi serta tingginya tumpukan sedimen pasir di bendungan panondiwal, meski pernah dilakukan normalisasi sebelumnya oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada tahun 2002.
Terhadap masih banyaknya saluran irigasi yang rusak, sebagai anggota DPRD Ngada, Ia berharap adanya bantuan dan dukungan dari pemerintah untuk menyelesaikan beberapa saluran irigasi yang belum dikerjakan dan sudah terjadi kerusakan parah.
Ia juga berharap kepada masyarakat setempat untuk tetap menjaga fasilitas yang sudah diberikan, karena ini akan memberikan manfaat untuk semua.
Rinus Ndiwal bilang, jika saluran irigasi ini kondisinya baik, sudah secara otomatis masyarakat tidak lagi sulit untuk mengerjakan areal persawahan. Karena dengan potensi air yang sudah semakin banyak ini, sangat membantu masyarakat untuk kemudian bisa mengerjakan potensi pertanian yang ada di Benteng Tawa Raya, pungkasnya.
Wujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah
Sementara itu, Dandim 1625 Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti mengatakan bahwa untuk menyukseskan kegiatan TMMD ke-126 ini, pihaknya melibatkan 110/personil.

110 personil ini sebut Imam, berasal dari anggota TNI AD di Batalyon 834 Wakangamere Nagekeo, Kodim 1625/Ngada, Polres Ngada dan Satpol PP Ngada.
Mengusung tema” Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah, TMMD ke-126 ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah NKRI, tukasnya.
Imam Subekti menjelaskan, pelaksanaan TMMD kali ini terpusat di Dusun Lindi, Desa Benteng Tawa, Kecamatan Ring Barat dengan sasaran kegiatan fisik dan non fisik.
“TMMD ke-126 ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Selain pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum, juga akan dilaksanakan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” ungkap Dandim.
Dengan dukungan pemerintah daerah yang sangat luar biasa ini, Dandim Imam Subekti berharap agar kegiatan TMMD dalam program pembangunan bendungan Panondiwal dapat selesai tepat waktu dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Imam Subekti meminta peran serta masyarakat setempat untuk terlibat secara aktif dan bersama-sama bergotong royong dalam pelaksanaan pembangunan bendungan panondiwal sebagai bentuk sinergisitas TNI, pemerintah daerah dan juga masyarakat Ngada.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar










