Metrosiar.Ngada- Wakil Bupati Ngada, Bernadinus “Berni” Dhey Ngebu menekankan pentingnya memperkuat Ketahanan Pangan (Ketapang) melalui BumDes.
Menurut dia, BumDes mesti menjadi ujung tombak ekonomi desa.
Hal ini disampaikan Berni ketika melaunching Penaburan Benih Ikan Air Tawar sekaligus peresmian BumDes SANGAI, di Desa Turaloa Timur, Kecamatan Wolomeze, Selasa (30/9/25).
Usaha Ikan Air Tawar ini merupakan satu-satunya program unggulan BumDes SANGAI milik Pemerintah Desa Tureloa Timur.

Adapun benih ikan yang dibudidaya itu adalah, Nila dan Lele, masing-masing 1.000 ekor.
Berni mengingatkan, dalam pengelolaannya BumDes mesti fokus pada satu program ini, tidak perlu harus ditambah program lainnya.
“BumDes ini mesti kemudian pada saatnya nanti menjadi ujung tombak ekonominya desa, sehingga kegiatannya jangan banyak-banyak, fokus di Ikan ini,” tegasnya.
Kedepan kata dia, akan ada dapur-dapur gizi yang sudah mulai dibuka, dan ikan air tawar ini menjadi salah satu pilihan untuk sumber protein hewani.
“Jadi jangan takut berupaya, berusaha, karena salah satu nutrisi protein hewani berasal dari ikan air tawar ini,” tutur dia.
Lebih lanjut Mantan Ketua DPRD Ngada ini memberikan motivasi kepada para pengelola agar fokus dalam pengeloaannya.
Ia mengaku optimis kegiatan panen ikan ini dapat dilakukan dalam tiga bulan kedepan, sehingga ekosistem harus tetap dijaga.
Berni juga mendorong masyarakat setempat untuk terus mengembangkan usaha ikan air tawar ini sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dia menambahkan, pemerintah berkomitmen mendampingi masyarakat dalam setiap tahapan usaha, mulai dari penyediaan akses pakan, hingga sistem pemasaran yang terintegrasi.
Langkah ini, kata Berni, merupakan bagian dari langkah strategi pemerintah daerah untuk menjadikan usaha ikan air tawar ini sebagai sektor unggulan.
Harapannya, sektor perikanan dapat memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat, program pengembangan perikanan air tawar diyakni akan memperkuat kemandirian pangan Ngada, sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan, tukas Berni Dhey.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar










