Pasar Bobou Sepi! Kadis Perindag Bongkar Penyebab dan Solusinya

Kamis, 25 September 2025 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Radja. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Radja. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Ngada, Metrosiar- Sepinya pasar Bobou belakangan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Radja, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (25/9/25).

Ia menegaskan bahwa kondisi ini perlu dipahami secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapinya.

Johanes menjeleskan, perubahan cara berbelanja masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan turunnya omzet para pedagang pasar di Bobou.

Jika sebelumnya pembeli datang langsung ke pasar, kini banyak yang beralih ke pedagang yang memasarkan jualannya melalui kendaraan dengan sitem mobile.

Baca Juga :  Sinergi Forkopimcam Kemiri Gelar Apel Malam Takbiran dan Patroli Pengamanan Idul Adha 1446 H

Pergeseran kebiasaan ini menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pola konsumsi masyarakat, ungkapnya.

Johanes menyatakan bahwa sepinya aktivitas pasar Bobou bukan saja terjadi saat ini, namun itu sudah terjadi sejak pasar dipidahkan dari pusat kota ke Bobou.

“Sepinya pembeli ini terjadi akibat banyaknya penjual yang mencari pembeli dengan cara menjual dagangannya menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” ketusnya.

Bahkan lanjut Johanes, ada juga yang tidak segan menjualnya di halaman atau pekarangan rumah masing-masing hingga pinggir jalan dan juga trotoar.

Ditanya terkait penertiban terhadap para penjual atau pedagang tersebut, Johanes mengungkapkan bahwa pihaknya tidak punya kewenangan, karena secara aturan Dinas Perindag hanya bisa melakukan pembinaan di pasar Bobou yang adalah pasar rakyat milik Pemda Ngada.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur Disambut dengan Ritual Adat saat Kembali ke Tanah Lamaholot

Meski demikian, Johanes mengakui bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membenahi sarana prasarana di pasar Bobou.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk mengatasi sepinya pembeli di pasar Bobou, pihaknya pernah menyelenggarakan aktivitas diseputar pasar itu, seperti olahraga dan jalan sehat dalam lingkup Pemkab Ngada.

Johanes pun menegaskan, akan mencari solusi tambahan untuk meminimalisir sepinya pembeli di pasar Bobou.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Berita Terkait

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Lahan 1 Hektare Digarap! Polda Banten Tancap Gas Tanam Jagung
Camat Kemiri Rudi Hadikarsono Resmi Dilantik sebagai PPATS di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang
Jelang Kedatangan Kapolri, Kapolresta Tangerang Turun Langsung Cek Lokasi di Cikupa
Berita ini 392 kali dibaca
Sepinya pasar Bobou belakangan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Radja, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (25/9/25). Ia menegaskan bahwa kondisi ini perlu dipahami secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapinya.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Rabu, 15 April 2026 - 07:27 WIB

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 00:41 WIB

Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap

Selasa, 14 April 2026 - 21:14 WIB

Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata

Berita Terbaru

Sertu Warno bersama pekerja bangunan saat proses pemasangan bata ringan (hebel) dalam program perbaikan rumah tidak layak huni milik Ibu Asih di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Daerah

35% Rampung! Rumah Nyaris Ambruk Ini Kini Bangkit Kembali

Rabu, 15 Apr 2026 - 07:27 WIB